Buku ini mengupas tragedi 30 September 1965 dan dampak luasnya, dari pembantaian massal hingga nasib para eksil Indonesia yang terusir dari negerinya. Lewat kisah para korban dan tokoh yang terlibat, buku ini menghadirkan sisi kemanusiaan dari peristiwa kelam yang menorehkan luka panjang dalam sejarah bangsa.
Buku ini menyajikan kisah-kisah kecil namun bermakna dalam sejarah Indonesia, mulai dari dinamika Konferensi Asia Afrika 1955, kunjungan pemimpin dunia seperti PM Chou En Lai dan Krushchev, hingga cerita seputar pers, kebudayaan, dan tokoh-tokoh bangsa. Ditulis dengan gaya ringan dan humanis oleh Rosihan Anwar, buku ini memperkaya pemahaman kita tentang sisi-sisi lain sejarah Indonesia.
Buku ini menyajikan kisah-kisah unik dan jarang diketahui dari berbagai daerah di Indonesia yang sering terlupakan dalam sejarah besar bangsa. Lewat gaya penulisan yang padat dan menarik, Rosihan menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa kecil namun bermakna, yang ternyata memiliki kaitan penting dengan perjalanan sejarah Indonesia.
Buku ini mengisahkan sejarah kepulauan rempah seperti Banda, Ternate, Tidore, dan Ambon yang dulunya menjadi rebutan bangsa Eropa karena kekayaan pala dan cengkihnya. Penjajahan Portugis, Inggris, dan Belanda membawa penderitaan panjang bagi penduduk setempat. Lewat buku ini, penulis mengajak pembaca mengenali sejarah dan keindahan alam Maluku yang kerap terlupakan, agar menjadi pelajaran dan k…
Buku ini membahas berbagai aspek sastra, sejarah, dan tradisi di Nusantara, termasuk Ramayana Jawa Kuna, wayang Yogyakarta, sastra Melayu, perlawanan rakyat Aceh, peran sultan dalam tradisi tulis, serta kajian manuskrip dan simbolisme dalam naskah tasawuf.
Buku ini membahas tuduhan terhadap Hariman Siregar setelah Oktober 1973, yang dianggap merongrong kebijakan dan otoritas negara serta memicu ketegangan sosial dan ekonomi. Kemungkinan besar, buku ini mengangkat peristiwa sejarah, aktivisme politik, atau kritik terhadap pemerintahan pada masa itu.
Buku ini membahas strategi militer dan politik Indonesia dalam menguasai Timor Timur sejak 1975, kebangkitan kembali Fretilin, serta mengungkap dokumen rahasia militer Indonesia. Ditulis oleh Carmel Budiardjo dan Liem Soei Liong, buku ini mengekspos keterlibatan negara-negara Barat dalam konflik tersebut.
Buku ini adalah catatan pengalaman Howard Jones, Duta Besar AS untuk Indonesia (1958–1965), yang menggambarkan dinamika politik Indonesia pada era Sukarno. Buku ini mengulas perjuangan Indonesia mencapai stabilitas, konflik internal, pengaruh kekuatan asing, serta hubungan Jones dengan Sukarno.
buku ini, memuat tulisan dan hasil penelitian, para intelektual dan peneliti muda yang berhimpun dalam Perkumpullan Masyarakat Jakarta Peduli Papua. bukan hanya sekumpulan "karangan ilmiah", melainkan isi dari buku ini telah, sedang, dan akan menjadi material pokok bagi lembaga ini dalam aktivitas advokasi yang dilakukan.