Buku ini membahas sejarah pelayaran dan perdagangan maritim Indonesia pada masa transisi dari kerajaan Hindu ke kerajaan Islam (1500–1700), yang masih jarang diungkap. Adrian B. Lapian menggambarkan kejayaan budaya maritim Nusantara melalui teknologi kapal, navigasi, dan semangat dagang yang tinggi. Buku ini padat, informatif, dan menjadi rujukan penting untuk memahami masa bahari Indonesia.
Buku ini merupakan bagian dari kajian sejarah Indonesia, khususnya sejarah maritim, yang menyoroti pemikiran dan kontribusi Prof. Adrian B. Lapian. Melalui tulisan-tulisan yang dikumpulkan, buku ini membahas berbagai aspek penting seperti pelayaran, perbatasan laut, diplomasi, historiografi, serta perjalanan hidup Prof. Lapian yang erat kaitannya dengan perkembangan studi sejarah Indonesia, ter…
Buku ini membahas sejarah dan perkembangan Kota Padangsidimpuan. Diawali dengan sambutan dari Wali Kota dan Ketua DPRD, lalu diikuti prolog dan tujuh bab utama. Bab I menyoroti sejarah kota, termasuk perjuangan rakyat dan tokoh-tokoh penting seperti Trio Anak Mandailing. Bab II mengulas status administratif kota, batas wilayah, dan profil pemerintah daerah. Bab III hingga VIII membahas peran Pa…
Buku ini mengungkap distorsi dalam penyajian tokoh dan peristiwa, seperti hilangnya sosok Bung Karno dalam pengibaran bendera 17 Agustus 1945, penghapusan peran Hatta dan Sjahrir, hingga pengkultusan Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Buku ini tak hanya meluruskan sejarah, tetapi juga menghadirkan tokoh-tokoh pergerakan seperti Agus Salim, John Lie, dan M.H. Thamrin dengan narasi yang j…
Buku ini membahas tragedi 1965 di Indonesia, khususnya pembantaian massal terhadap orang-orang yang dituduh komunis setelah percobaan kudeta 1 Oktober. Buku ini juga mengkritik keterlibatan atau pembiaran negara-negara Barat seperti Amerika dan Inggris dalam tragedi ini.
Buku ini berisi kenangan dan refleksi pribadi Salim, adik Haji Agus Salim, selama masa pengasingannya di Tanah Merah (Digul) selama 15 tahun di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Buku ini menggambarkan penderitaan para tahanan politik Indonesia yang dibuang karena dianggap memberontak, namun ditulis tanpa dendam, dengan gaya sederhana dan menyentuh. Karya ini menjadi dokumen penting sejarah k…
Buku ini membahas pandangan kritis terhadap sejarah kolonial dan eksistensi kerajaan-kerajaan pribumi di Indonesia, khususnya antara tahun 1850 hingga 1915. Buku ini mengangkat pernyataan-pernyataan sejarah yang sering diabaikan, menyoroti peran dan kedaulatan kerajaan lokal, serta mengkritik narasi sejarah arus utama yang dibentuk oleh penjajah atau akademisi Barat.