Buku ini menganalisis pemberitaan media tentang Referendum Timor Timur, mengungkap bagaimana media dalam negeri dan internasional memperuncing kontroversi terkait kemenangan kelompok pro-kemerdekaan.
Buku ini membahas akar konflik Peristiwa Tasikmalaya 1996, mengungkap ketegangan sosial, politik, dan ekonomi yang dipicu oleh kebijakan pemerintah daerah, birokrasi, dan peran militer dalam Golkarisasi sejak 1971.
Buku ini membahas persidangan pasca Tragedi Santa Cruz 1991 di Dili, Timor Timur, di mana puluhan orang ditembak. Buku ini juga meninjau respons pemerintah Indonesia, termasuk pembentukan Komisi Nasional Penyelidikan.
Buku ini membahas Peristiwa Tanjung Priok 1984 sebagai tragedi pelanggaran HAM berat yang menargetkan umat Islam di bawah rezim otoriter Soeharto. Buku ini menyoroti bagaimana peristiwa tersebut tidak mendapat perhatian luas, berbeda dengan tragedi lainnya, serta pentingnya mengingat kejadian ini agar tidak terulang kembali.
Buku ini membahas kerusuhan Rengasdengklok pada 30 Januari 1997, yang dipicu konflik kecil tetapi berkembang menjadi kekerasan rasial dan agama. Peristiwa ini mencerminkan ketegangan sosial yang masih jauh dari cita-cita persatuan Indonesia.
Buku ini membahas Peristiwa Talangsari 1989 sebagai musibah politik yang melibatkan rekayasa intelijen, aparat sipil, dan aktivis Islam. Pemerintah memberi label yang menyudutkan umat Islam, sementara jumlah korban masih diperdebatkan. Peristiwa ini meninggalkan dampak politik yang mendalam bagi negara dan masyarakat.