Buku ini merupakan suatu rangkuman berbagai pendapat dalam Seminar Sehari dengan topik "Kepemimpinan dan Moralitas Bangsa Dalam Era Reformasi" yang diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Perempuan Peduli Bangsa dan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB-LIPI yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2002.
Buku ini membahas berbagai masalah, kritik, dan gagasan terkait pembaruan dan pemberdayaan bangsa Indonesia menuju masa depan. Topik yang diangkat meliputi pentingnya komitmen politik, pemberdayaan nilai-nilai domestik, demokratisasi yang teratur, serta upaya memberantas korupsi dan meningkatkan efisiensi ekonomi dalam pembangunan.
Buku ini mengkritik krisis ekonomi, KKN, dan retorika kosong pemimpin di era reformasi, sambil mengajak pembaca merenungkan pelajaran dari sejarah dan merancang transformasi menuju Indonesia yang lebih adil dan bijaksana.
Buku ini berisi refleksi Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono tentang krisis bangsa, dengan gagasan untuk menyelamatkan reformasi dan membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaya saing di era baru.
Buku ini membahas peran gerakan mahasiswa dan kaum muda dalam reformasi 1998, ideologi reformasi, tanggung jawab intelektual, serta refleksi atas krisis dan peran elite di masa transisi.
Buku ini membahas gagasan IPCOS tentang cara agar reformasi berjalan sesuai harapan rakyat, dengan menekankan pentingnya arah, visi, dan parameter yang jelas untuk mencapai kedaulatan rakyat dan keadilan sosial.
Buku ini membahas ide-ide Sri-Bintang Pamungkas tentang cara membangun pemerintahan baru yang demokratis, bebas korupsi, dan sehat, serta pentingnya peran pemerintahan sementara untuk membantu transisi dari rezim lama ke tatanan baru.
Buku ini membahas gagasan Anwar Ibrahim tentang reformasi politik, ekonomi, dan budaya Asia, serta pentingnya warisan budaya-spiritual untuk membangun peradaban yang sejajar dengan dunia lain, dengan semangat membangkitkan kepercayaan diri bangsa Asia.
Buku ini membahas Peristiwa Madiun 1948, meluruskan fakta sejarah yang sering mengalami distorsi, melalui dokumen dan analisis peran tokoh seperti Amir Syarifuddin, dengan tujuan mengungkap kebenaran sejarah untuk bangsa.
Buku ini membahas pembunuhan massal anggota dan simpatisan PKI pada 1965-1966, dengan fokus pada penyebab, pola, dan keterlibatan berbagai pihak, berdasarkan penelitian di Jombang dan Kediri.