Buku ini membahas perkembangan pers di Indonesia dari masa penjajahan hingga menjelang kemerdekaan. Disusun berdasarkan hasil penelitian tahun 1976–1978, buku ini mencakup sejarah pers Belanda, Melayu Tionghoa, dan Indonesia, perkembangan pers daerah, serta perjuangan kebebasan pers melalui studi kasus dan dokumen pembredelan.
Buku ini membahas pembredelan tiga media massa setahun sebelumnya sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers. Diterbitkan untuk mengenang peristiwa tersebut, buku ini menggugah refleksi atas makna kemerdekaan dan pentingnya menjunjung prinsip-prinsip demokrasi serta kebebasan berekspresi di Indonesia.
Buku ini membahas sejarah perjuangan pers nasional Indonesia, menekankan peran pers dalam mendukung kemerdekaan, mempertahankan Pancasila, dan melawan ancaman komunisme, serta mengabadikan peran pers dalam pembangunan bangsa.
Buku ini membahas Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dari aspek hukum, dengan menelusuri sejarah perkembangan kemerdekaan pers di Indonesia sejak kemerdekaan hingga era reformasi. Penulis, Wina Armada Sukardi, menunjukkan benang merah politik hukum pers di setiap periode dan menjelaskan posisi kemerdekaan pers dalam perkembangan negara hukum.
Buku ini merupakan kumpulan karangan dan ceramah penulis yang membahas berbagai aspek hukum terkait media massa. Meskipun tidak bersifat ilmiah secara menyeluruh, buku ini dimaksudkan sebagai sumbangan pemikiran parsial untuk mengisi kekosongan kajian hukum di bidang media, serta mendorong minat terhadap hubungan antara media dan hukum.
Buku ini membahas persoalan pers dari berbagai sudut pandang hukum, seperti hukum tata negara, hukum pidana, hukum perdata, dan hukum perburuhan, termasuk isu seperti kebebasan pers, tanggung jawab pidana, dan hak ingkar wartawan. Buku ini dimaksudkan sebagai sumbangan parsial yang diharapkan mendorong perhatian lebih lanjut dari kalangan sarjana hukum.
Buku ini membahas hubungan antara pers dan hukum, serta pentingnya profesionalisme pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. Buku ini juga menekankan perlunya saling pengertian antara insan pers dan penegak hukum agar tidak saling bertentangan.
Buku ini merupakan Pidato Penerimaan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 17 April 2003 disampaikan oleh Dr. (H.C.) Jakob Oetama, salah satu tokoh pers dan pendiri Kompas Gramedia. Dalam pidato ini, Jakob Oetama menyampaikan pandangannya mengenai peran komunikasi, khususnya pers, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, denga…
Buku ini membahas pembredelan majalah Tempo, Detik, dan Editor pada Juni 1994 serta gelombang protes publik yang muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pembungkaman pers di era Orde Baru, menjadikannya catatan penting tentang kebebasan berekspresi dan dinamika politik Indonesia saat itu.
Buku ini berisi pidato penganugerahan Doktor Honoris Causa dalam bidang Jurnalistik dan Komunikasi yang disampaikan di hadapan Sidang Senat Terbuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 6 Mei 2006, yang mengulas kontribusi keilmuan dan praktik dalam dunia jurnalistik dan komunikasi.