Buku ini membahas dinamika pergerakan nasional Indonesia, khususnya konflik antar kelompok dan reaksi pemerintah kolonial terhadap tokoh-tokohnya. Diceritakan pula penahanan, pengadilan, dan pengasingan Sukarno sebagai bagian dari perjuangan politik saat itu.
Buku ini membahas kegagalan pembangunan Indonesia selama 60 tahun merdeka yang justru membawa keterpurukan di berbagai bidang, seperti hukum, politik, ekonomi, dan sosial. Meski banyak persoalan, penulis mengajak untuk tetap bersyukur atas keberlangsungan kemerdekaan dan mendorong semangat bangkit demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Buku ini membahas secara mendalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Revolusi Agustus. Penulis tidak hanya mencatat fakta, tetapi juga menganalisis makna dan dampaknya bagi perjuangan nasional. Buku ini lahir dari riset menyeluruh dan refleksi kritis untuk memahami hakikat revolusi sebagai landasan membangun masa depan bangsa.
Buku ini membawa pembaca kembali ke masa Revolusi Indonesia pasca-Proklamasi 1945. Buku ini bukan sekadar mencatat peristiwa sejarah, tapi menggambarkan semangat perjuangan, tekad kemerdekaan, dan jiwa revolusioner bangsa Indonesia saat membangun masa depan. Kisah ini dilihat dari sudut pandang seorang saksi asing yang terlibat langsung dalam perjuangan, menjadikannya unik dan penuh makna.
Buku ini mengupas tragedi 30 September 1965 dan dampak luasnya, dari pembantaian massal hingga nasib para eksil Indonesia yang terusir dari negerinya. Lewat kisah para korban dan tokoh yang terlibat, buku ini menghadirkan sisi kemanusiaan dari peristiwa kelam yang menorehkan luka panjang dalam sejarah bangsa.
Buku ini menyajikan kisah-kisah kecil namun bermakna dalam sejarah Indonesia, mulai dari dinamika Konferensi Asia Afrika 1955, kunjungan pemimpin dunia seperti PM Chou En Lai dan Krushchev, hingga cerita seputar pers, kebudayaan, dan tokoh-tokoh bangsa. Ditulis dengan gaya ringan dan humanis oleh Rosihan Anwar, buku ini memperkaya pemahaman kita tentang sisi-sisi lain sejarah Indonesia.
Buku ini menyajikan kisah-kisah unik dan jarang diketahui dari berbagai daerah di Indonesia yang sering terlupakan dalam sejarah besar bangsa. Lewat gaya penulisan yang padat dan menarik, Rosihan menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa kecil namun bermakna, yang ternyata memiliki kaitan penting dengan perjalanan sejarah Indonesia.
Buku ini mengisahkan sejarah kepulauan rempah seperti Banda, Ternate, Tidore, dan Ambon yang dulunya menjadi rebutan bangsa Eropa karena kekayaan pala dan cengkihnya. Penjajahan Portugis, Inggris, dan Belanda membawa penderitaan panjang bagi penduduk setempat. Lewat buku ini, penulis mengajak pembaca mengenali sejarah dan keindahan alam Maluku yang kerap terlupakan, agar menjadi pelajaran dan k…
Artikel ini merupakan bagian dari Harvard Human Rights Yearbook, sebuah jurnal akademik tahunan yang diterbitkan oleh Harvard Law School. Tulisan ini membahas partisipasi politik sebagai salah satu bentuk hak asasi manusia, dengan mengulasnya dari perspektif teori dan praktik. Meskipun berasal dari institusi ternama, isi artikel ini berfokus pada kontribusi ilmiah terhadap wacana hak asasi manu…