Buku ini mengangkat keterlibatan kaum minoritas Kristen dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia—sebuah sisi sejarah yang jarang disorot. Melalui tokoh-tokoh seperti Kasimo, Soegijapranata, Goenoeng Moelia, Ratu Langie, dan Amir Sjarifoeddin, buku ini menyoroti kontribusi penting mereka yang sering terlupakan karena dominasi narasi mayoritas. Buku ini menjadi upaya merekonstruksi sejarah dengan…
Buku ini mengangkat kembali peran kontroversial Sultan Hamid II dalam sejarah Indonesia periode 1945–1950, yang jarang dibahas dalam narasi sejarah resmi. Melalui pendekatan visual, silsilah, dan rekam jejak tokoh, buku ini mencoba mengungkap sisi lain Sultan Hamid II, termasuk jasanya dalam perancangan lambang negara dan peran diplomatiknya, sambil merespons tudingan pengkhianatan yang kerap…
Buku ini membahas secara singkat tetapi mendalam tentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) pada 24 Desember 1946 pasca Konferensi Denpasar, serta kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budayanya hingga pembubarannya pada 16 Agustus 1950. Selama lebih dari tiga tahun, NIT menjalankan pemerintahan parlementer demokratis dan aktif menjalin kerja sama dengan Republik Indonesia melalui kebij…
Buku ini merupakan kumpulan tulisan hasil refleksi dan laporan penulis saat mengikuti Kongres Internasional Sejarah tentang hubungan Belanda-Indonesia tahun 1945–1950 di Den Haag. Buku ini menyampaikan informasi kepada publik Indonesia mengenai Perang Kemerdekaan, dengan gaya populer dan mudah dipahami. Judulnya merujuk pada simbol Belanda (Singa) dan Bung Karno sebagai "Banteng", tokoh utama…
Buku ini membahas asal-usul partai politik, militer, dan organisasi pemuda di Indonesia, serta peran penting militer dalam revolusi dan pembentukan kekuatan politik nasional. Fokus utamanya adalah ketegangan antara perjuangan kemerdekaan nasional dan revolusi sosial, termasuk perbedaan strategi para tokoh seperti Sutan Sjahrir dan Tan Malaka dalam menyikapi kedua tujuan tersebut.
Buku ini membahas gerakan Darul Islam sebagai bagian dari dinamika politik Indonesia sejak 1945, khususnya upaya mendirikan negara Islam sebagai alternatif dari Republik Indonesia yang sekuler. Awalnya dimaksudkan sebagai kajian politik pasca-1959, penelitian yang mendalam membuat fokusnya bergeser menjadi studi khusus tentang Darul Islam dalam konteks politik, bukan keagamaan.
Buku ini membahas gerakan Darul Islam yang dipimpin Kartosuwirjo, yang memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia pada 1949. Gerakan ini kemudian mendapat dukungan dari wilayah lain seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, dan Aceh, meskipun bersifat regional dan memiliki motivasi berbeda-beda.
Buku ini membahas sejarah kelam pemberontakan G30S/PKI sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa, dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan menjaga ideologi Pancasila. Ditujukan khususnya bagi generasi muda, buku ini menjadi pengingat penting akan bahaya laten komunisme serta sebagai pelengkap informasi sejarah perjuangan Indonesia.
Buku ini berisi kisah-kisah kecil dalam sejarah Indonesia yang sering luput dari perhatian, namun justru memperlihatkan sisi manusiawi dan kegigihan rakyat biasa dalam perjuangan kemerdekaan. Melalui cerita-cerita unik seperti pemberontakan pelaut pribumi hingga anekdot lucu tokoh militer, penulis Hendi Jo mengajak pembaca melihat bahwa sejarah besar dibentuk oleh tindakan orang-orang biasa, bu…
Buku ini membahas wayang sebagai warisan budaya tradisional Indonesia yang tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi masyarakat dan pemerintah dari masa ke masa. Ditulis oleh Ir. Sri Mulyono, buku ini dirilis bertepatan dengan Kongres Pewayangan Nasional 1975 dan bertujuan untuk meningkatkan apresiasi serta kesadaran bangsa terhadap nilai-nilai luhur dalam …