Buku ini membahas diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah di Indonesia, berdasarkan hasil survei dan kajian lapangan. Buku ini mengajak masyarakat untuk bersikap adil, toleran, dan menghargai keberagaman sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
Buku ini membahas sejarah, struktur, dan aktivitas Jamaah Islamiyah, termasuk keterlibatannya dalam aksi-aksi teror besar seperti Bom Bali dan bom di Jakarta. Ditulis oleh mantan anggota pimpinannya, buku ini memberi sudut pandang orang dalam tentang jaringan, ideologi, dan operasional kelompok tersebut.
Buku ini membahas tentang kehidupan keagamaan orang Jawa dan menjelaskan bahwa pembagian antara "santri" (yang taat) dan "abangan" (yang dianggap kurang taat) tidak selalu benar. Berdasarkan penelitian langsung, buku ini menunjukkan bahwa orang Jawa menjalani Islam dengan cara yang beragam dan mendalam, tidak hanya dari segi aturan, tapi juga dari sisi hati dan makna.
Buku ini membahas perbandingan pandangan dunia Timur, Barat, dan Islam, serta menunjukkan bahwa Islam menawarkan jalan tengah antara spiritualitas Barat (Kristen) dan materialisme Timur (ateisme/sosialisme). Penulis menekankan bahwa Islam merupakan sintesis yang seimbang antara ruh dan materi, dan menjadi jawaban atas krisis modern manusia.
Buku ini membahas cara memahami ajaran Islam, khususnya tasawuf, dengan pendekatan rasional dan ilmiah. Buku ini merupakan refleksi dari pemikiran dalam Serial Tasawuf Modern yang mencoba mengaitkan agama dengan logika, sains, dan akal sehat, agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual Islam.
Buku ini membahas hubungan antara wahyu dan akal, serta menjelaskan bahwa agama dan rasionalitas tidak bertentangan. Isinya mencakup berbagai topik seperti filsafat, sains, evolusi, kehidupan luar angkasa, hingga konsep kedatangan tokoh penyelamat dalam berbagai agama. Fokus utamanya adalah pada kemampuan Al-Qur’an menjawab persoalan masa lalu, kini, dan masa depan secara logis dan ilmiah.
Buku ini membahas pemikiran spiritual Wallace D. Wattles dalam A New Christ dan Jesus, The Man and His Works, yang menunjukkan sisi visioner dan religiusnya. Melalui tafsir terhadap ajaran Yesus, Wattles menjelaskan makna sejati Hukum Ketertarikan sebagai jalan menuju kekayaan dan kebahagiaan spiritual, yaitu hidup selaras dengan "Kerajaan Allah" dalam diri manusia.
Buku ini membahas dua pendekatan pembaruan hukum Islam: satu yang mendorong ijtihad bebas, dan satu lagi yang tekstual dan tradisional. An-Na'im menawarkan reformulasi hukum Islam agar relevan dengan kondisi modern, meski dinilai masih terlalu literal sehingga perlu pendekatan yang lebih kontekstual.
Buku ini membahas ancaman terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia yang terjadi di tengah era keterbukaan, serta dampak negatif dari politisasi agama dan regulasi diskriminatif, termasuk konflik komunal dan pembatasan pendirian tempat ibadah. Buku ini hadir sebagai bentuk keprihatinan dan ajakan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Buku ini membahas refleksi kritis Pdt. Natan Setiabudi terhadap berbagai masalah aktual bangsa Indonesia—seperti kebebasan beragama, ideologi Pancasila, bencana alam, dan konflik sosial—yang dibingkai dalam semangat pluralisme dan kebersamaan lintas iman demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.