Buku ini membahas tentang kehidupan keagamaan orang Jawa dan menjelaskan bahwa pembagian antara "santri" (yang taat) dan "abangan" (yang dianggap kurang taat) tidak selalu benar. Berdasarkan penelitian langsung, buku ini menunjukkan bahwa orang Jawa menjalani Islam dengan cara yang beragam dan mendalam, tidak hanya dari segi aturan, tapi juga dari sisi hati dan makna.