Buku ini merupakan refleksi pribadi penulis tentang pentingnya memahami sejarah nasional Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral di usia senja. Melalui tulisan ini, penulis ingin mendorong pembaca untuk belajar dan memahami sejarah sebagai sumber inspirasi, kekuatan, dan ketahanan bangsa.
Buku ini mengisahkan para tokoh pelopor kemerdekaan Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir dari sudut pandang pribadi Rosihan Anwar. Ditulis dengan empati, buku ini menampilkan sisi manusiawi dan latar belakang perjuangan tokoh-tokoh tersebut dalam sejarah bangsa.
Buku ini berisi kisah-kisah kecil namun bermakna dalam sejarah Indonesia, termasuk tokoh-tokoh seperti Soe Hok Gie, Tan Malaka, Soedjatmoko, serta peristiwa penting seperti 17 Oktober 1952 dan lahirnya Sastra Angkatan 45. Penulis juga menyelipkan kisah pribadi keluarganya yang berkaitan dengan sejarah bangsa.
Buku ini membahas sejarah Indonesia pada abad ke-18 dan ke-19, khususnya hubungan antara kerajaan-kerajaan tradisional dengan kekuasaan kolonial Belanda. Buku ini mengulas perbedaan respons tiap daerah terhadap ekspansi Belanda, perbedaan antara kerajaan agraris dan kerajaan pantai, serta reaksi elite lokal terhadap tekanan kolonial.
Buku ini membahas peran penting para dokter dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari masa pendidikan di STOVIA hingga perjuangan pasca kemerdekaan. Selain itu, buku ini juga mengenang tokoh-tokoh bangsa yang telah wafat dan berjasa dalam membentuk sejarah Indonesia.
Buku ini membahas kedatangan Islam serta perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah pesisir Indonesia dari abad ke-16 hingga ke-18. Buku ini mengulas struktur sosial-ekonomi dan budaya masyarakat saat itu, meskipun masih banyak mengandalkan sumber sekunder seperti hikayat dan berita asing.
Buku ini membahas sejarah Indonesia dari masuknya budaya India hingga runtuhnya Majapahit. Uraiannya banyak bertumpu pada hasil penelitian arkeologi karena minimnya sumber tertulis, dan fokusnya masih terbatas pada daerah seperti Sumatra, Jawa, Bali, dan sedikit Kalimantan Timur. Buku ini menyoroti pentingnya pengembangan penelitian sejarah kuna yang lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Buku ini membahas sejarah perjuangan dan pertumbuhan Republik Indonesia pasca-proklamasi hingga penyerahan kedaulatan, berdasarkan catatan peristiwa dan dokumen politik yang dikumpulkan penulis, sebagai upaya melawan penulisan sejarah yang keliru atau penuh dongeng.
Buku ini membahas peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya, ditulis langsung oleh para pelakunya secara gotong royong sebagai bentuk dokumentasi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Buku ini membahas beragam aspek kehidupan di Indonesia—politik, ekonomi, budaya, seni, hingga isu sosial—dalam momen transformasi besar. Ditulis dan dirancang untuk menunjukkan keindahan dan dinamika Indonesia melalui artikel pemikiran dan ratusan foto artistik.