Buku ini membahas tragedi 1965 di Indonesia melalui perjalanan hidup Sarwo Edhie Wibowo, tokoh penting dalam penumpasan PKI dan perubahan rezim Orde Baru. Buku ini berupaya mengajak pembaca memahami sejarah kelam tersebut secara objektif, membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak terulang, serta berdamai dengan masa lalu tanpa menumbuhkan kebencian.
Buku ini membahas periode Pergerakan Nasional Indonesia, yaitu masa penting perjuangan kaum terpelajar dan organisasi politik dalam melawan diskriminasi dan mempersatukan cita-cita kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan. Buku ini berfokus pada sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda dengan pendekatan Indonesia-sentris.
Buku ini membahas konflik politik antara Soekarno dan Soeharto pada masa 1959-1965, terutama seputar Peristiwa 30 September 1965. Buku ini menyoroti pertarungan kekuasaan yang penuh intrik, kekerasan, dan kesalahan kolektif para tokoh utama, serta menolak teori konspirasi tunggal, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai hasil dari konflik kompleks dan perebutan kekuasaan.
Buku ini membahas peristiwa G30S pada 1 Oktober 1965, termasuk penculikan dan pembunuhan enam perwira tinggi Angkatan Darat, serta peran Sukarno dan Suharto dalam kejadian tersebut. Buku ini mencoba mengungkap fakta sebenarnya di balik mitos dan teori konspirasi, menegaskan bahwa Sukarno terlibat dalam perencanaan pemberontakan, sementara Suharto bukan provokator dan CIA tidak terlibat.
Buku ini membahas pendudukan Jepang di Jawa selama Perang Dunia II, dengan menekankan dampaknya terhadap masyarakat luas, terutama kaum tani. Shigeru Sato menunjukkan bahwa penderitaan rakyat lebih disebabkan oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan pemerintahan Jepang dalam mengelola wilayah jajahan, yang memicu kekacauan sosial, ekonomi, dan administratif. Dengan memanfaatkan sumber resmi maupun…
Buku ini membahas makna dan peran historis Piagam Jakarta dan Proklamasi 17 Agustus 1945 dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta pembentukan negara Republik Indonesia, dengan menekankan bahwa kedua naskah tersebut bukan sekadar dokumen hukum, tetapi juga merupakan amanat politik dan kedaulatan rakyat yang mendasari revolusi dan kemerdekaan bangsa secara utuh.
Buku ini membahas peran sejarah masyarakat Tionghoa dalam perjuangan militer di Indonesia, dari masa pra-kolonial hingga era Republik, yang selama ini jarang diungkap.
Buku ini mengulas biografi Umar bin Khattab secara mendalam, mulai dari masa jahiliah hingga menjadi khalifah, disertai analisis kritis terhadap kebijakan politik, sosial, dan ijtihad hukumnya, ditulis dengan gaya yang menarik seperti novel.
Buku ini membahas secara mendalam biografi Umar bin Khattab—dari masa jahiliah, masuk Islam, perannya sebagai khalifah, hingga ijtihad-ijtihad hukumnya—dengan analisis sosial, politik, dan keagamaannya yang inspiratif dan ditulis seperti novel yang menarik.
Buku ini membahas peristiwa sejarah konkret, yaitu perang melawan Belanda di Tanah Batak, lengkap dengan tokoh, tempat, waktu, dan latar belakang politik.