Buku ini membahas pentingnya kegiatan pencarian fakta (fact-finding) dalam perlindungan dan promosi hak asasi manusia (HAM).
Buku ini membahas konflik etnis sebagai penyebab utama perang, pelanggaran HAM, dan kemunduran pembangunan, serta minimnya perhatian internasional terhadap isu ini sebelum terjadi krisis besar.
Buku ini membahas bagaimana prinsip-prinsip HAM menjadi dasar dan tantangan dalam kebijakan serta praktik perlindungan pengungsi.
Jurnal ini membahas secara keseluruhan perkembangan, tantangan, dan upaya perlindungan hak asasi manusia (HAM) di tingkat internasional, melalui berbagai artikel, laporan regional, serta dokumentasi penting.
Buku ini membahas kelompok kerja “Law and Cultural Diversity” yang dibentuk oleh para peneliti muda di bidang HAM pada tahun 1997. Kelompok ini menjadi forum diskusi informal tentang topik seperti hak atas identitas budaya, penentuan nasib sendiri, dan perlindungan minoritas.
Buku ini membahas konflik etnis dan kaitannya dengan hak asasi manusia dari berbagai perspektif.
Buku ini membahas dua studi latar belakang yang diminta oleh Komite Penasehat Hak Asasi Manusia dan Kebijakan Luar Negeri Belanda untuk memberikan masukan kepada Menteri Luar Negeri, sebagai dasar penyusunan laporan resmi yang bertujuan memperkuat posisi HAM dalam kebijakan luar negeri Belanda.
Buku ini menyoroti pendekatan global dan regional terhadap HAM, serta isu-isu tematik seperti hak sosial dan hak perempuan.
Buku ini membahas ketimpangan perlindungan antara hak sipil-politik dan hak ekonomi-sosial-budaya (ekosob) dalam sistem HAM internasional. Meskipun hak ekosob diakui, belum ada mekanisme pengaduan internasional yang efektif untuk korban pelanggaran seperti kelaparan, tunawisma, atau kurangnya layanan kesehatan.
Upaya Moiwana '86, organisasi HAM di Suriname, dalam mempromosikan standar internasional hak asasi manusia, khususnya hak sipil dan politik.