Buku ini berisi catatan atau pengalaman Abdul Fattah DS yang berkaitan dengan hutan dan pengabdian. Pengantar dari buku ini ditulis oleh Hasil Harahap.
Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif tentang pahlawan kehidupan—orang-orang sederhana yang tetap berkarya dan mengabdi bagi sesama di tengah keterbatasan. Lewat tindakan sunyi mereka, buku ini menyampaikan pesan tentang harapan, kemanusiaan, dan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Buku ini berisi kisah nyata para pejuang kehidupan—orang-orang biasa yang melakukan hal luar biasa demi sesama. Mereka adalah pahlawan tanpa pamrih yang menginspirasi, dan karena itu diberi penghargaan oleh program Kick Andy. Buku ini mengajak pembaca untuk terinspirasi dan meneladani semangat kepedulian dan pengorbanan mereka.
Buku ini merupakan kisah nyata Wu Zetian, satu-satunya kaisar perempuan dalam sejarah Tiongkok, yang naik takhta melalui kecerdikan, kekuasaan, dan intrik politik. Buku ini menyoroti kehidupan Wu sebagai selir, manipulator ulung, penguasa yang ambisius, serta reformis kontroversial yang membagi sejarah antara kekaguman dan kecaman.
Buku ini merupakan kumpulan karangan yang berisi antara lain: Moralitas Dalam Penegakan Hukum Dalam Perspektif Islam, Masalah Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Kesusilaan (Perlindungan Terhadap Korban Wanita), Masalah Penyelesaaian Kasus Korupsi, serta Masalah Penyelesaian Tindak Pidana Narkoba, yang kesemuanya berisi pandangan beliau dalam konteks Islam.
Buku ini mengulas tentang bagaimana hukum Islam diterapkan dalam sistem hukum yang berlaku.
Buku ini menyoroti bagaimana penulisan sejarah Indonesia dimanipulasi oleh kolonialisme, dan bagaimana Pramoedya Ananta Toer berusaha mengangkat kembali tokoh-tokoh yang dihapus dari ingatan bangsa, seperti R.M. Tirto Adhi Soerjo, pelopor pers nasional dan kebangkitan kaum pribumi.
Buku ini membahas nasib dan diskriminasi yang dialami warga keturunan Tionghoa di Indonesia, khususnya para pedagang kecil di pedesaan. Buku ini merupakan bentuk pembelaan terhadap hak-hak minoritas dan kritik tajam terhadap praktik rasisme serta ketidakadilan sosial di masa Orde Lama. Karena isinya yang dianggap kontroversial, buku ini dilarang beredar dan membuat Pramoedya dipenjara tanpa pro…