Buku ini membahas konsep negara hukum dari perspektif Islam berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Buku ini merupakan hasil disertasi yang mempertahankan bahwa Islam tidak hanya memiliki konsep bernegara, tetapi juga sistem bernegara, seperti nomokrasi Islam dan khilafah. Penulis juga memperkenalkan teori “lingkaran konsentris” untuk menunjukkan eratnya hubungan antara agama, negara, dan hukum…
Buku ini membahas tujuh agama besar dunia (Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, Taoisme, Islam, Yahudi, dan Kristen) dengan pendekatan tanpa prasangka, menyoroti nilai-nilai universal masing-masing agama sebagai sumber cinta kasih, perdamaian, dan toleransi, di tengah keterbatasan ilmu dan teknologi modern.
Buku ini membahas hubungan antara agama, politik, dan negara dalam konteks masyarakat pluralis, serta mengkritisi politisasi agama. Fokus utamanya adalah bagaimana agama seharusnya memberi kontribusi positif pada praktik bernegara demi kepentingan masyarakat, bukan sekadar alat politik.
Buku ini membahas tentang konsep ketuhanan, manusia, dan alam dari sudut pandang Islam.
Buku ini membahas Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) sebagai salah satu Wali Sanga, termasuk asal-usulnya, peran dakwah dan kepemimpinannya di Cirebon, serta membantah anggapan bahwa ia adalah Fatahillah. Buku ini juga menjelaskan perbedaan sejarah antara Sunan Gunung Jati dan Fatahillah, serta kondisi dan tradisi di sekitar makamnya di Gunung Jati.
Buku ini membahas sisi kemanusiaan Nabi Muhammad SAW secara mendalam—bagaimana beliau sebagai rasul tetap menjalani hidup sebagai manusia biasa: penuh kasih, sederhana, adil, dan rendah hati. Buku ini menampilkan teladan Nabi dalam keseharian, baik dalam ibadah maupun interaksinya dengan masyarakat.
Buku ini membahas keistimewaan Lailatul Qadar, malam mulia dalam bulan Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan. Penulis, Syaikh Ali Ath-Thontowi, mengajak pembaca merenungi makna malam tersebut dan bagaimana seseorang bisa merasakannya di berbagai tempat dan waktu melalui keimanan dan ketulusan.
Buku ini membahas pentingnya mendengarkan suara hati (nurani) sebagai pembimbing hidup manusia. Selain akal dan hawa nafsu, nurani menjadi penasihat yang jujur dan selalu mengarahkan manusia untuk kembali kepada Tuhan. Buku ini mengajak pembaca merenung tentang makna kehidupan, penciptaan, dan tujuan keberadaan manusia di dunia.
Buku ini membahas pentingnya akidah tauhid yang bersih dan kokoh sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan era modern, agar umat Islam mampu mandiri, kompetitif, dan tidak bergantung pada hal-hal mistis seperti dukun.
Buku ini membahas peran penting hati dalam kehidupan manusia, baik dalam aspek spiritual maupun moral, serta cara mengenali kondisi hati yang sehat dan sakit. Ibn Taimiyyah juga memberikan metode penyembuhan hati berdasarkan ajaran Alquran dan hadis.