Buku ini berisi tulisan "Demokrasi Kita" oleh Mohammad Hatta, yang awalnya dimuat dalam majalah Pandji Masjarakat pada 1 Mei 1960, dan diterbitkan ulang karena tingginya permintaan.
Buku ini membahas ketidakkonsistenan antara teori dan praktik dalam demokrasi ala Bung Hatta, dengan menyoroti kebijakan yang dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi, seperti Maklumat 1 November 1945 dan Maklumat X.
Buku ini membahas pemikiran Bung Hatta tentang demokrasi ekonomi, koperasi, dan pembangunan nasional. Termasuk pidato dan tulisan pentingnya, buku ini menyoroti konsep ekonomi berbasis keadilan sosial serta peran Indonesia dalam politik bebas-aktif.
Buku ini menyoroti bagaimana sistem ekonomi seharusnya lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat dan tidak hanya menguntungkan segelintir elit. Selain itu, ada pembahasan mengenai hubungan antara pembangunan, kebijakan ekonomi, dan perlunya reformasi politik untuk mendukung demokratisasi ekonomi di Indonesia.
Buku ini membahas transisi dari rezim otoriter ke demokrasi di Amerika Latin dan Eropa Selatan antara 1979-1981.
Buku ini membahas transisi dari rezim otoriter ke demokrasi di Amerika Latin dan Eropa Selatan antara 1979-1981.
Buku ini membahas dinamika politik pasca-reformasi 1998, khususnya tantangan dalam proses demokratisasi di Indonesia. Universitas Gadjah Mada berperan dalam menawarkan gagasan untuk memastikan demokrasi terus berkembang dan mencegah kembalinya otoritarianisme.
Buku ini membahas hubungan antara demokrasi dan pembangunan, dengan fokus pada peran Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dalam mendukung demokrasi dan pembangunan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Buku ini membahas prinsip-prinsip negara hukum dalam konteks demokrasi. Buku ini menyoroti bahwa sebuah negara harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar benar-benar dapat disebut sebagai negara hukum, bukan sekadar klaim semata. Pembahasannya bersifat umum dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kenegaraan.
Buku ini membahas konsep Demokrasi Sosial Indonesia sebagai landasan perjuangan politik dan gerakan masyarakat sipil. Disusun melalui diskusi dengan berbagai pakar, buku ini menyoroti isu ekonomi kerakyatan, agraria, dan urbanisme, serta menawarkan pandangan tentang arah perubahan sosial dan politik di Indonesia.