Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Sultan Yogyakarta IX dan menjelaskan mengapa masyarakat Yogyakarta yang lembut bisa menjadi keras saat tertekan, berkat kekuasaan tradisional yang sarat mistik.
Buku ini membahas perjalanan hidup Susno Duadji, namun lebih dari itu, buku ini mengajak pembaca untuk merenung tentang ketulusan diri masing-masing. Meskipun fokus pada kisah Susno, buku ini juga memunculkan pertanyaan reflektif tentang kebenaran atau kebohongan dalam pengakuannya.
Buku ini menceritakan perjalanan hidup Bapak Syarifuddin, yang berhasil bertahan dan sukses meski menghadapi krisis moneter Indonesia antara 1971-1987. Keberhasilannya tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakat, keluarga, dan dakwah Islam. Buku ini juga mengungkapkan kegagalan-kegagalan pribadi yang menjadi pelajaran berharga.
Buku ini memuat pemikiran Bung Hatta seputar dunia politik, kebangsaan dan ekonomi pada zaman itu yang masih relevan hingga saat ini.
Buku ini mengajak kita mengenal sosok Teten Masduki secara lebih dekat dan utuh, dari sisi pribadi hingga sosial-politik, dari masa kecil sampai kini, termasuk nilai dan prinsip yang dijunjung tinggi.
Buku ini mengenang Jenderal TNI (purn) LB. Moerdani melalui pandangan berbagai tokoh yang menilai dedikasi, kejujuran, dan kepemimpinan beliau dalam TNI dan perjuangannya untuk negara.
Buku ini adalah otobiografi Jan Poncke Princen yang diceritakan secara lisan kepada Joyce van Fenema. Lahir di Den Haag pada 21 November 1925, Poncke Princen dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia dan pembela keadilan bagi yang lemah dan tak berdaya, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. Komitmennya terhadap perjuangan ini membuatnya harus menghadapi penjara berkali-kali.
Buku ini mengangkat peristiwa-peristiwa penting pada Maklumat Presiden 28 Mei 2001. termasuk sikap dan tindakan Mantan Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan Maklumat Presiden maupun dalam menerima pencopotan dirinya sebagai menteri.
Buku ini adalah otobiografi Sitor Situmorang, mengungkap perjalanan hidupnya sebagai penyair dengan filosofi eksistensialisme dan pengembaraan batin.
Buku ini membahas pentingnya gerakan massa yang dipimpin partai revolusioner untuk meraih kemerdekaan, serta mengkritik pemberontakan PKI.