Buku ini menceritakan perjalanan hidup Bapak Syarifuddin, yang berhasil bertahan dan sukses meski menghadapi krisis moneter Indonesia antara 1971-1987. Keberhasilannya tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakat, keluarga, dan dakwah Islam. Buku ini juga mengungkapkan kegagalan-kegagalan pribadi yang menjadi pelajaran berharga.