Buku ini merupakan laporan Asia Watch tentang situasi hak asasi manusia di Indonesia dan Timor Timur pada tahun 1988.
Buku ini membahas situasi hak asasi manusia di Kamboja pasca-perang dan masa transisi menuju demokrasi, terutama setelah penandatanganan perjanjian damai tahun 1991.
Buku ini memuat berbagai kasus yang secara langsung atau tidak langsung mencerminkan pemerkosaan hak asasi manusia atas nama pembangunan.
Buku ini bertujuan sebagai media pendidikan bagi masyarakat umum tentang seluk-beluk persoalan demokrasi dan HAM di Tanah Air kita.
Buku ini menyajikan hasil misi pemantauan FORUM-ASIA terkait krisis HAM dan demokrasi di Kamboja. Isinya bertujuan meningkatkan kesadaran tentang situasi di Kamboja serta dampaknya terhadap HAM dan perdamaian di kawasan Asia, sekaligus sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Kamboja.
Buku ini membahas kiprah Adrianus Noë Center (ANC), lembaga nirlaba yang didirikan pada masa krisis multidimensi tahun 1996. Buku ini mendokumentasikan berbagai kegiatan sosial ANC, seperti pemberian beasiswa, bantuan sarana dan prasarana, serta pembinaan SDM, dengan tujuan membangun masyarakat Indonesia yang madani dan menginspirasi kepedulian sosial.
Buku ini mengangkat kembali semangat perjuangan melawan penyiksaan dan pelanggaran HAM, berawal dari kesaksian korban penculikan aktivis, serta menyoroti pentingnya ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan oleh pemerintah Indonesia.
Buku ini membahas berbagai dokumen historis penting yang menjadi fondasi perkembangan hak asasi manusia di dunia, mulai dari Habeas Corpus Act hingga Deklarasi Universal HAM, dengan menyoroti kontribusi masing-masing dalam membentuk prinsip-prinsip kebebasan dan keadilan.