Buku ini membahas tentang ketidakadilan yang dialami oleh korban secara dramatis, baik dari sisi latar belakang, situasi, maupun faktor-faktor yang memicu peristiwa tersebut. Buku ini juga berisi pembelaan (pledoi) terhadap korban, tanggapan terhadap tuduhan, dan ditutup dengan kesimpulan dan penegasan akan pentingnya keadilan.
Buku ini membahas tiga tema utama: pertumbuhan demokrasi, penegakan hukum, dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Isinya mencakup topik-topik seperti peran generasi muda dalam demokrasi, pentingnya pemimpin yang demokratis, fungsi DPR, budaya hukum, kolusi, serta isu-isu HAM seperti diskriminasi, upah buruh rendah, dan kebebasan dari rasa takut.
Buku ini merupakan edisi kedua setelah brosur pertama tentang hubungan agama dan negara dalam Islam. Kali ini, topiknya adalah konsepsi Islam tentang hak asasi manusia, yang dijelaskan secara rinci oleh Dr. Hamka, baik dari segi teori maupun praktik dalam sejarah pemerintahan Islam.
Buku ini membahas dampak pembangunan infrastruktur oleh pemerintah—seperti bandara, jalan tol, dan waduk—yang meski bertujuan meningkatkan kesejahteraan, sering menyebabkan penggusuran dan pelanggaran hak rakyat atas tanah dan tempat tinggal.
Buku ini mencoba mengurai berbagai persoalan yang muncul seputar kebijakan bantuan hukum yang diselenggarakan oleh Pemerintah dalam kaitannya dengan perwujudan akses keadilan.
Buku ini merupakan berbagai perjanjian internasional yang bertujuan melindungi dan memajukan hak-hak perempuan di berbagai bidang.
Buku ini merupakan panduan bagi aktivis HAM dalam melakukan investigasi dan dokumentasi kasus pelanggaran HAM, disusun dari hasil lokakarya di Asia Tenggara dan Selatan, untuk memperkuat advokasi HAM di tingkat nasional hingga internasional.
Buku ini membahas ketimpangan dalam Tata Dunia Baru yang dianggap menindas negara-negara Selatan, serta mengusulkan pendekatan HAM yang lebih menyeluruh, mencakup hak ekonomi, sosial, dan budaya.
Buku ini membahas pelanggaran HAM di berbagai negara Asia, terutama terhadap kaum miskin, buruh, perempuan, anak-anak, dan kelompok minoritas. Mereka menghadapi kemiskinan, kelaparan, represi politik, dan ketidakadilan hukum. Sidang ini juga merekomendasikan pembentukan Asian Court of Human Rights sebagai upaya perlindungan HAM, serta menyoroti bagaimana hukum sering menjadi alat penindasan dar…
Buku ini membahas ancaman baru terhadap demokrasi dan HAM di Indonesia pasca-reformasi 1998, yaitu bangkitnya fundamentalisme. Gerakan ini dinilai berbahaya karena menolak keberagaman dan kebebasan, serta mendorong penyeragaman nilai secara paksa. Ancamannya muncul dalam bentuk regulasi, normalisasi pandangan sempit, dan represi oleh kelompok berbasis agama.