Jurnal ini membahas pentingnya kritik dalam kehidupan demokratis dan kekhawatiran akan memburuknya budaya kritik di Indonesia.
Jurnal ini mengkritisi peran mahasiswa dan masyarakat madani pasca-Reformasi, menyoroti kemandekan demokrasi, ketimpangan sosial, dan lemahnya partai politik, serta menyerukan refleksi dan aksi untuk memperkuat demokratisasi dan keadilan sosial.
Jurnal ini membahas pemikiran filsafat praksis dari Hegel, Marx, Mazhab Frankfurt, hingga Habermas, dengan fokus pada kerja, interaksi, rasionalitas, dan teori kritis sebagai upaya memahami serta mendorong perubahan sosial secara emansipatoris.
Jurnal ini membahas krisis lingkungan dari perspektif filsafat, menelusuri akar historisnya sejak Yunani Kuno hingga munculnya eksploitasi alam akibat pandangan antroposentris, serta perlunya pergeseran menuju kesadaran ekologis melalui gerakan deep ecology.
Jurnal ini membahas dilema dan kritik terhadap pembangunan nasional, khususnya soal keadilan sosial, hak asasi manusia, kesenjangan, dan partisipasi rakyat, serta pertanyaan moral seputar pengorbanan demi kemajuan mayoritas.
Jurnal ini membahas disiplin aparatur, perpajakan, legal drafting, bahasa hukum, ideologi, etika Kristen, nasionalisme, serta hubungan hukum, keadilan, dan negara dalam konteks pembangunan nasional dan era global.
Jurnal ini memuat pembahasan tentang terorisme, politik luar negeri, HAM, demokrasi, pendidikan hukum, peran universitas, serta nilai-nilai Pancasila dan kemerdekaan dalam konteks pembangunan nasional.
Jurnal ini menyoroti perdebatan soal demokrasi, kebebasan, dan kebangsaan yang berperikemanusiaan di Indonesia sepanjang 1993, sekaligus menjadi refleksi akhir tahun atas komitmen memperjuangkan nasib bangsa secara adil dan beradab.
Jurnal ini membahas prospek demokratisasi 1993, anggaran negara, BUMN, pembiayaan usaha kecil, hak asasi manusia di Asia Tenggara, serta dinamika budaya dalam pembangunan. Disertai tinjauan buku terkait etnis Tionghoa, bantuan luar negeri, dan konflik di Indonesia.
Jurnal ini membahas geopolitik maritim Indonesia, tantangan AFTA, pengawasan pemilu, perdagangan internasional, investasi asing, persaingan industri, dan kerja sama keamanan Indonesia-Australia, serta posisi dalam APEC.