Buku ini memuat kehidupan Sjahrir yang digambarkan pula secara visual melalui lebih dari seratus foto, yang sebagian belum pernah dipublikasikan.
Buku ini bercerita tentang kegitannya sejak 1932 sebagai mahasiswa juga mengenai organisasi-organisasi tempat para mahasiswa Indonesia melakukan kegiatan, khususnya Perhimpunan Indonesia yang diketuainya pada 1936.
Buku ini merupakan pemikiran dari Sjafruddin Prawiranegara seorang patriot dan pemimpin terkemuka kaum Muslim Indonesia.
Buku ini membahas sisi lain kehidupan Pak Sjaf, termasuk pesan pentingnya menjaga objektivitas, bahkan terhadap orang yang tidak disukai, serta mengenang keberanian dan tanggung jawabnya dalam mengambil keputusan di masa kritis.
Buku ini adalah pesan terakhir dari Sjafruddin Prawiranegara tentang aspirasi Islam, menegaskan jati dirinya sebagai Muslim yang teguh dan inspirasinya bagi generasi muda Muslim.
Buku ini membahas perjalanan Islamisasi seorang Sjafruddin Prawiranegara, pandangannya tentang Islam dan negara, serta kontribusinya bagi Republik Indonesia dalam masa perang dan damai.
Buku ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama H.M.Y. Effendi Nasution, atau yang lebih populer dengan nama Pendi Keling, khususnya di lingkungan kota Medan di era tahun lima puluhan sampai tujuh puluhan, hampir tak ada seorang pemuda pun yang tak mengenal nama Pendi Keling, terutama dalam "dunia preman".
Buku ini merupakan perjalanan hidup Sri Bintang Pamungkas ketika melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Soeharto yang otoriter.
Buku ini berisi kumpulan memoar para pemegang komando di laut alumni AAL angkatan IX (Lulusan tahun 1962).