Buku ini membahas secara menyeluruh proses revolusi Indonesia sebagai tonggak penting dalam dekolonisasi Asia. Buku ini mengulas berbagai aspek—politik, diplomasi, ekonomi, hingga dinamika sosial—baik dari sudut pandang Indonesia maupun Belanda, serta peran negara-negara lain. Buku ini juga menyoroti pentingnya perspektif regional dalam memahami kompleksitas revolusi dan dampaknya terhadap …
Buku ini merupakan hasil penelitian penulis di East-West Center, Honolulu, yang membahas sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 dari sudut pandang pribadi seorang pelaku sejarah. Penulis ingin memberikan gambaran yang lebih akurat dan membantah kesalahan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, terutama karya penulis asing. Buku ini disusun agar lebih mudah diakses oleh pembaca umum dan bertujuan sebagai …
Buku ini membahas pentingnya Gedung di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta, sebagai tempat bersejarah di mana naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan. Buku ini bertujuan menyebarluaskan informasi sejarah gedung tersebut dan proses perumusan proklamasi kepada masyarakat luas, serta mendukung pengembangan museum tersebut meskipun belum berstatus resmi sebagai UPT.
Buku ini merupakan refleksi sejarah lahir dan perjalanan ABRI (sekarang TNI), dimulai dari pembentukannya pada 5 Oktober 1945 hingga berbagai peristiwa penting yang dihadapi dalam menjaga eksistensi Republik Indonesia. Ditulis dengan sudut pandang pribadi seorang tokoh yang terlibat langsung, buku ini menyoroti peran dan dinamika para pejuang serta pembentukan struktur awal militer Indonesia.
Buku ini adalah sketsa sejarah perjuangan nasional Indonesia antara tahun 1940 hingga awal kemerdekaan 1945. Isinya menggambarkan benih-benih revolusi yang tumbuh di tengah penjajahan, situasi genting di Asia dan dunia menjelang kemerdekaan, serta peristiwa-peristiwa besar yang ikut memengaruhi lahirnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Buku ini belum dimaksudkan sebagai sejarah lengkap, tapi sebagai…
Buku ini merupakan refleksi kritis terhadap kondisi politik dan sosial pascareformasi, dengan membandingkannya pada masa revolusi kemerdekaan 1945 dan kudeta Orde Baru 1966. Buku ini menggugat praktik demokrasi yang dinilai menyimpang dari cita-cita awal kemerdekaan dan menyerukan perlunya pembaruan untuk mewujudkan kembali Republik Indonesia yang sejati.
Buku ini menyajikan profil tiga tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2008—Mohammad Natsir, KH. Abdul Halim, dan Bung Tomo—sebagai bentuk penghargaan atas jasa luar biasa mereka bagi bangsa. Buku ini juga menjadi upaya melestarikan semangat kepahlawanan dan mengenang kontribusi mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.
Buku ini menawarkan konsep dialog Jakarta–Papua sebagai upaya menyelesaikan konflik Papua secara damai. Meski berasal dari pandangan pribadi penulis, buku ini mengisi kekosongan konsep tertulis dan dapat menjadi dasar awal untuk memulai diskusi lebih luas antara pemerintah dan masyarakat Papua.
Buku ini berisi refleksi dan pemikiran strategis dari para pakar nasional mengenai peran Lemhannas dalam menjawab tantangan global. Buku ini membahas konsep Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, serta isu-isu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan dalam menghadapi perubahan dunia modern.
Buku ini membahas perjuangan panjang dan kompleks dalam membentuk dan mempertahankan Republik Indonesia, dengan fokus pada dinamika persatuan di tengah perbedaan serta konflik politik pasca-kemerdekaan, termasuk pemberontakan Permesta pada era Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin.