Buku ini mengkritik ketidakadilan dan kecurangan dalam penyelenggaraan referendum Timor Timur oleh UNAMET. Beberapa pihak menuduh adanya politisasi, manipulasi hasil, dan keterlibatan asing dalam proses tersebut. Buku ini mengungkapkan bagaimana kepentingan politik, ekonomi, dan internasional mempengaruhi hasil referendum dan memicu ketegangan yang berujung pada kerusuhan.