Buku ini membahas perjalanan hidup dan pemikiran Rahardi Ramelan, termasuk kebijakan populisnya, serta pengalaman sebagai terdakwa dalam kasus Buloggate. Melalui Nota Pembelaan, Rahardi menggambarkan carut-marutnya peradilan Indonesia yang penuh unsur politik, diskriminasi, dan ketidakadilan.