buku ini berisi mengenai pidato pernyataan diri mahasiswa, peristiwa malapetaka 15 januari 1974, proses peradilan hariman siregar, mahasiswa dan perubahan sosial, kaum elite masyarakat.
Buku ini membahas kritik terhadap reformasi di Indonesia, dengan menekankan bahwa yang sebenarnya dibutuhkan adalah revolusi—perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan. Penulis menyoroti pentingnya solidaritas antara pemerintah dan rakyat, serta menolak sistem yang menciptakan kesenjangan antara penguasa dan warga negara.
Buku ini membahas gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral yang spontan, independen, dan non-struktural. Mahasiswa berperan sebagai pelopor perubahan dan kekuatan resistensi dalam krisis, meski tidak selalu mengubah kekuasaan. Buku ini juga merefleksikan potensi gerakan mahasiswa dalam menghadapi tantangan politik nasional.
Buku ini membahas gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral yang spontan, independen, dan non-struktural. Mahasiswa berperan sebagai pelopor perubahan dan kekuatan resistensi dalam krisis, meski tidak selalu mengubah kekuasaan. Buku ini juga merefleksikan potensi gerakan mahasiswa dalam menghadapi tantangan politik nasional.