Buku ini membahas transisi politik Indonesia pada 1957-1959, ketika kekuasaan mulai terkonsentrasi pada tiga kekuatan utama: Partai Komunis, Presiden Soekarno, dan Angkatan Darat. Periode ini juga ditandai oleh ketegangan antara Jakarta dan wilayah lain, serta perubahan ideologis yang dipengaruhi oleh Soekarno, yang membentuk dasar bagi Demokrasi Terpimpin. Konflik politik yang terjadi saat itu…
Kajian Lev tentang relasi politik dan hukum di Indonesia di dalam buku ini membuahkan perspektif pemikiran tersendiri. Karenanya tak mengherankan jika kemudian pemikirannya bisa memengaruhi dan kerap menjadi rujukan banyak cendekiawan, politisi, penegak hukum, serta kalangan profesi hukum di Indonesia.
Groups that favored fundamental political and legal change focused on the judiciary as a means of gaining access to and influence in the state and of imposing limits on the exercise of political power.
This article is a case study of the influence of conflict between judges, prosecutors, and police on the evolution of judicial institutions in post-revolutionary Indonesia and of the conditions which thus far have affected the outcome of the conflict.