Buku ini membahas problematika dan upaya optimalisasi pembauran warga keturunan Tionghoa di Indonesia, khususnya di Palembang, Bangka, dan Belitung, berdasarkan pengalaman langsung penulis yang sejak kecil hidup berdampingan dengan komunitas Tionghoa serta kajian sosial-historis mengenai proses asimilasi dan nasionalisme.
Buku ini mengulas pertarungan ideologi di bidang seni-budaya Indonesia tahun 1959–1965, khususnya antara Lekra (PKI) dan para seniman pendukung Manifes Kebudayaan (Manikebu). Buku ini menyajikan dokumentasi penting seperti esai, polemik, puisi, notulen rapat, dan surat, yang menggambarkan konflik politik dan kreatif dalam dunia kesenian menjelang peristiwa G30S.
Buku ini membahas tentang pernaskahan dan aksara Batak secara ilmiah dan mendalam. Buku ini menjelaskan bentuk, fungsi, serta sejarah aksara Batak dari berbagai sub-suku (Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, Toba, dan Angkola-Mandailing), sekaligus memberikan panduan untuk membaca dan mentransliterasi naskah-naskah kuno. Melalui buku ini, pembaca diajak memahami warisan budaya tulis masyarakat Batak…
Buku ini membahas kehidupan masyarakat Indonesia melalui filosofi senyum, sebagai cara unik bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai masalah hidup—dengan ketabahan, bukan keluhan.
Buku ini membahas sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Jatiwangi sebagai bagian dari budaya Sunda di Indonesia, dilengkapi dengan teks berbahasa Sunda, Indonesia, dan Belanda.
Buku ini membahas tentang pelestarian seni budaya di Bali melalui Museum Neka, sejarah pendiriannya, koleksi seni yang dimiliki, serta peran museum sebagai ruang apresiasi dan edukasi budaya Bali.
Buku ini membahas tentang keris sebagai pusaka yang mencerminkan kemuliaan dan keagungan karya leluhur Jawa, serta mengaitkannya dengan moral dan identitas budaya Jawa. Buku ini juga ingin meluruskan salah tafsir tentang keris agar dipahami secara proporsional, bukan sekadar benda klenik.
buku ini membahas mengenai kebudayaan, adat, sistem nilai-budaya, mentalitet pembangunan, gotong royong, kebudayaan nasional indonesia.
Buku ini membahas tentang hukum antargolongan di Indonesia. Penulisnya, Mr. Wirjono Prodjodikoro, adalah seorang tokoh hukum terkemuka di Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.
buku ini merupakan hasil penyelidikan pertama yang sistematis tentang adat-istiadat masyarakat Romawi kuno sampai Melanesia di zaman sekarang mengenai saling bertukar hadiah.