Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dibuat untuk mengenang Y.B. Mangunwijaya, seorang tokoh intelektual dan budayawan Indonesia. Buku ini tentang tantangan dan kegelisahan yang dihadapi oleh para intelektual dalam era tertentu. Kontributor dalam buku ini adalah tokoh intelektual kenamaan pula, yaitu Franz Magnis-Suseno, Adnan Buyung Nasution, Nico Schulte Nordholt, Arief Budiman, Jakob Oet…
Buku ini membahas tentang hubungan antara cendekiawan dan politik. Isi buku ini adalah kumpulan tulisan intelektual terkenal Indonesia seperti Mohammad Hatta, Sutan Takdir Alisjahbana, Taufik Abdullah, Selo Soemardjan, Soedjatmoko, Y.B. Mangunwijaya, dst.
Buku ini membahas tentang tanggung jawab moral yang diemban oleh kaum inteligensia atau kaum intelektual. Penulisnya, Mohammad Hatta, yang merupakan salah satu tokoh proklamator Indonesia, menguraikan pandangannya mengenai peran dan tanggung jawab kaum intelektual dalam masyarakat.
Buku ini membahas tentang kebebasan cendekiawan dari sudut pandang refleksi kaum muda. Buku ini berisi kumpulan pemikiran atau esai dari para penulis muda mengenai pentingnya kebebasan bagi para cendekiawan dalam berkarya dan berekspresi.
Buku ini merupakan kumpulan karangan yang membahas tentang intelektualitas dan kritik budaya. Penulis, Reiner Emyot Ointoe, mengumpulkan berbagai tulisannya yang berkaitan dengan tema-tema tersebut. Buku ini juga dilengkapi dengan kata pengantar dari Drs. Kamadjaya Al Katuuk, MS.
Buku ini merupakan kumpulan karangan dari berbagai penulis ternama yang membahas tentang hakikat ilmu pengetahuan. Penyunting buku ini adalah Jujun S. Suriasumantri, seorang tokoh filsafat ilmu di Indonesia.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan atau bunga rampai yang membahas tentang golongan cendekiawan.
Buku ini membahas tentang hubungan antara cendekiawan dan kekuasaan di Indonesia pada masa Orde Baru. Penulis, Daniel Dhakidae, menganalisis bagaimana peran dan posisi cendekiawan dalam konteks politik dan kekuasaan pada periode tersebut.
Buku ini membahas tentang genealogi atau asal-usul dan perkembangan inteligensia Muslim di Indonesia pada abad ke-20. Penulis, Yudi Latif, menyajikan hasil riset yang mendalam dan komprehensif tentang sejarah sosial inteligensia Muslim Indonesia.
Buku ini membahas tentang 101 akademisi yang dianggap "paling berbahaya" di Amerika Serikat. Penulis, David Horowitz, yang juga merupakan penulis tiga buku laris New York Times, memberikan panduan yang "menghibur dan berguna" tentang para akademisi yang dianggap kontroversial ini.