Buku ini membahas sejarah sepuluh negara di Asia Tenggara secara ringkas dan mudah dipahami, dengan tujuan membantu pembaca memahami konteks masa lalu untuk memprediksi arah masa depan kawasan ini, terutama dalam kaitannya dengan kehidupan dan pekerjaan di lingkungan regional tersebut.
Buku ini membahas pentingnya nasionalisme yang kuat dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan harga diri bangsa. Buku ini juga dirumuskan untuk memberikan pemahaman tentang kebangsaan dan kenegaraan, khususnya bagi generasi muda yang ingin berkontribusi pada perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan.
Buku ini menyajikan pemikiran-pemikiran AM Saefuddin secara rasional, realistik, dan tajam mengenai upaya menciptakan masyarakat madani, menjadikannya sebagai sumber penting bagi pemahaman terhadap perkembangan bangsa dan negara Indonesia.
Buku ini memberikan gambaran komprehensif tentang Belanda masa kini, mencakup aspek fisik, sosial, budaya, politik, dan sejarah. Disusun dalam 27 bab pendek yang dikelompokkan ke dalam lima bagian utama, buku ini menjelaskan bagaimana tanah, masyarakat, dan identitas nasional Belanda terbentuk dan saling berkaitan. Ditujukan bagi pembaca lokal maupun internasional, buku ini bermanfaat sebagai r…
Buku ini menjadi sumber primer tahunan yang mencatat sejarah dunia secara kronologis dan tematik selama masa yang sangat kritis dalam abad ke-20.
Buku ini membahas sejarah dan makna regalia atau perhiasan kerajaan Inggris, terutama yang digunakan dalam upacara penobatan raja, termasuk asal-usulnya, simbolisme, serta hubungannya dengan tradisi monarki sejak masa Edward the Confessor hingga era pasca-Revolusi Inggris.
Buku ini membahas sejarah Jepang secara komprehensif, mulai dari era sebelum Restorasi Meiji hingga perkembangan politik, sosial, dan ekonomi Jepang setelah Perang Dunia II. Ditulis dengan gaya yang jelas dan analisis yang mendalam.
Buku ini membahas berbagai peristiwa penting nasional tahun 2002–2004, seperti bom Bali, pembentukan KPK, amandemen UUD 1945, pemilu langsung presiden pertama, serta bencana tsunami, sebagai bagian dari dinamika reformasi dan penegakan hukum di Indonesia.
Buku ini menyoroti perusakan alam dan penanganannya selama 2005–2007, dengan fokus pada kasus lumpur Lapindo, gempa Nias, bom Bali II, serta peristiwa penting seperti penandatanganan damai Aceh, pelaksanaan Pilkada Aceh, dan keterlibatan Indonesia dalam isu lingkungan global seperti Protokol Kyoto.
Buku ini membahas refleksi satu dasawarsa reformasi, menyoroti perubahan sosial-politik Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru, termasuk dinamika demokrasi, pemilu, peran mahasiswa, dan transisi kepemimpinan nasional.