Buku ini merupakan laporan pemantauan kondisi hak asasi manusia di Indonesia dari perspektif regional, disusun oleh Forum Asia dalam rangka 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Isinya berdasarkan kunjungan Delegasi Forum Asia ke Indonesia pada tahun 1995, yang bertujuan menilai sejauh mana HAM di Indonesia terlindungi dan dipenuhi sesuai standar internasional.
Buku ini membahas penegakan HAM dalam perspektif Islam, mencakup berbagai isu seperti hak perempuan, anak, buruh, penyandang disabilitas, hingga hak beragama. Buku ini menyoroti ketimpangan penegakan HAM di Indonesia dan menyajikan pemahaman yang praktis dan komprehensif sebagai bentuk keprihatinan sekaligus solusi atas pelanggaran HAM yang sering tidak disadari.
Buku ini membahas dampak proyek-proyek Bank Dunia di Indonesia, seperti Waduk Kedung Ombo dan program Keluarga Berencana, terhadap hak asasi manusia. Tujuannya bukan menolak proyek, tetapi mendorong Bank Dunia agar mempertimbangkan rekam jejak HAM negara peminjam dan pentingnya analisis dampak HAM sebelum proyek dijalankan.
Buku ini membahas hasil investigasi pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan terhadap kelompok minoritas di Indonesia, seperti Ahmadiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah, dan jemaat gereja. Buku ini mengungkap latar belakang konflik, kekerasan yang terjadi, serta peran negara dalam menanganinya.
Buku ini membahas hak asasi manusia dalam konteks transisi politik di Indonesia pasca-Reformasi, dengan fokus pada konsep keadilan transisional.
Buku ini membahas keterasingan rakyat di negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia, dari kontrol atas sumber daya utama, serta dampaknya terhadap kondisi kemanusiaan. Dengan fokus pada pembangunan Orde Baru, buku ini mengkritisi ketimpangan sosial-politik, depolitisasi, serta pentingnya peran sektor informal, hukum, dan kesehatan dalam mencapai keadilan sosial dan pembangunan yang manusiawi.
Buku ini membahas tentang kebebasan sipil di Amerika, terutama bagaimana hak-hak tersebut dibentuk, dipertahankan, atau dilanggar dalam konteks politik dan hukum.
Buku ini membahas dinamika kebebasan sipil di Amerika Serikat dengan menempatkannya dalam konteks politik praktis, bukan hanya dari sudut pandang hukum atau keputusan Mahkamah Agung.
Buku ini membahas sejauh mana kebijakan HAM negara-negara Barat mampu memengaruhi perilaku pemerintah Indonesia di bidang HAM selama rezim Soeharto.
Buku ini membahas pelanggaran kebebasan beragama, berkeyakinan, dan berekspresi di Sumatera Barat, termasuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Negara, khususnya pemerintah daerah, dinilai turut andil melalui kebijakan diskriminatif. Buku ini juga menawarkan solusi berdasarkan pengalaman lapangan untuk mendorong perlindungan hak asasi di tingkat lokal hingga internasional.