Pidato ini memberikan analisis yang mendalam dan kritis tentang isu-isu penting terkait dengan hukum dan pembangunan di Indonesia.
Buku ini merupakan pidato yang membahas sistem peradilan pidana di Indonesia, dengan fokus pada kejahatan dan penegakan hukum dalam batas-batas toleransi. Pidato ini disampaikan oleh Mardjono Reksodiputro saat pengukuhan sebagai guru besar tetap Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 30 Oktober 1993.
Buku ini berisi penjelasan hubungan antara hukum dan revolusi. Buku ini memberikan pandangan yang mendalam dan kritis tentang peran hukum dalam perubahan sosial dan politik.
Buku ini berisi pemikiran dan pandangan A.H. Nasution tentang Orde Baru pada saat itu, yang baru berjalan beberapa tahun. Pidato ini memberikan pandangan yang mendalam dan kritis tentang perkembangan Orde Baru.
Buku ini berisi pemikiran dan pandangan Dr. (Hon.). Ir. Hartarto Sastrosoenarto tentang visi Indonesia di tahun 2030. Orasi ini memberikan pandangan yang mendalam dan visioner tentang perkembangan industri dan ekonomi Indonesia di masa depan.
Booklet ini berisi pemikiran dan pandangan Ignas Kleden tentang nasionalisme tradisional dan relevansinya dalam konteks masyarakat baru Indonesia. Orasi ini kemungkinan besar akan memberikan analisis yang mendalam dan kritis tentang isu-isu penting terkait dengan nasionalisme dan perubahan sosial di Indonesia.
Buku ini membahas peranan dan perkembangan reumatologi dalam menangani penyakit muskuloskeletal di Indonesia, disampaikan oleh Achmad Remy Nasution dalam pidato pengukuhan guru besar tetap Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 12 April 1995.
Buku ini berisi pemikiran dan pandangan Arie Sukanti Sumantri tentang konsepsi yang mendasari penyempurnaan hukum tanah nasional di Indonesia.
Booklet ini berisi pemikiran dan pandangan Muladi tentang proyeksi hukum pidana materiil Indonesia di masa depan.
Buku ini membahas gagasan Nurcholish Madjid tentang pemberdayaan masyarakat sebagai kunci menuju negara yang adil, terbuka, dan demokratis, disampaikan dalam pidato peringatan 10 tahun Yayasan Wakaf Paramadina pada 1 November 1996.