Buku ini membahas pentingnya akurasi dan keseimbangan dalam peliputan berita, mengkritik laporan TEMPO yang dianggap tidak lengkap dan tendensius terkait kasus kebakaran Pasar Tanah Abang serta dampaknya terhadap reputasi Tomy Winata.
Buku ini mengulas sejarah dan perkembangan pers Indonesia, khususnya kantor berita ANTARA, mulai dari masa sebelum perang, masa penjajahan Jepang, hingga era demokrasi dan Orde Baru, serta peran pers dalam dinamika politik dan sosial bangsa.
Buku ini membahas tentang tantangan kemandirian dan kebebasan pers yang diibaratkan sebagai “tajuk” yang harus tetap bersinar dan berkembang meski berada dalam tekanan dan tantangan kekuasaan di era demokrasi.
Buku ini mengulas kontroversi putusan Mahkamah Agung dalam kasus Soeharto vs Majalah TIME, yang dianggap tidak adil dan tidak sesuai dengan UU Pers. Eksaminasi publik dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap putusan tersebut.