Buku ini memotret 40 tahun perjalanan karier Karni Ilyas sebagai wartawan.
Buku ini adalah sebuah catatan kecil dari sebuah perjalanan lumayan panjang yang dilalui oleh Nazaruddin Nasution.
Buku ini memuat pemikiran hukum dan konstitusi yang rigid dan dan disajikan dalam nuansa bahasa sastra, juga memuat karya sastra dalam bentuk puisi.
Buku ini mencoba merekam ulang pergulatan seorang putra desa, mulai dari kisah masa kecil dan remajanya sampai pada dinamika kekinian dalam posisinya sebagai pengawas dan penyeleksi 'wakil tuhan'.
Buku ini menceritakan tentang carut-marutnya penegakan hukum di negeri Indonesia.
Buku ini berisi momentum ketika Alzier berumur 50 tahun pada 8 November 2007. Sebab, pada usia yang ke-50, Alzier sudah mengalami banyak hal, menorehkan sejarah yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi siapa saja.
Buku ini adalah memoar Noegroho yang mengupas situasi politik dan keamanan awal reformasi 1998, tantangan beratnya sebagai Kapolda Metro Jaya, serta kiatnya merangkul berbagai kalangan untuk menghadapi masa genting tersebut.
Buku ini mengupas pandangan dan jalan perjuangan Imam Samudra, seperti yang ia ungkapkan dalam buku ini. Dengan gaya penulisan yang santai namun reflektif, buku ini mengajak pembaca mengenal lebih jauh pemikirannya, terlepas dari kontroversinya.
Buku ini merupakan rekaman sejarah kehidupan A.M. Fatwa-seorang penentang keras paham komunis tapi pada pemerintahan Orde Baru justru dipenjara karena dituduh mendalangi peristiwa Tanjung Priok (1984).
Buku ini berisi kumpulan plesetan politik yang telah dikemas secara singkat dan menarik oleh Ibrahim Saleh.