Buku ini tidak hanya menampilkan Bang Djohan sebagai salah satu penopang gerakan sosialis bersama Bung Sjahrir dalam narasi dokumentatif saja. Dalam biografi ini sosok Bung Djohan begitu hidup ketika alam pikiran, kondisi zaman dan pergulatan di antara kekuatan politik yang ada bisa diulas.
Buku ini merupakan refleksi perjalanan hidup seorang mantan Hakim Agung, menandai 10 tahun masa pensiunnya. Buku ini memuat pengalaman pribadi, pergulatan dengan perubahan zaman, dan pandangannya tentang cita-cita negara hukum yang bergeser menjadi negara kekuasaan.
Buku ini menceritkan Bapak Gobel yang tidak hanya berporfesi sebagai pengusaha, tetapi beliau juga merupakan pimpinan yang tangguh, politikus dan dari karakter/kepribadian mulai yang dimilikinya, beliau lebih terkesan sebagai seorang pendidik/pembimbing.
Buku ini merupakan refleksi perjalanan hidup Jero Wacik, mulai dari masa kecil yang penuh tantangan hingga menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI. Selain menceritakan pengalaman pribadi, buku ini juga berbagi wawasan dan pelajaran hidup yang mewarnai pandangannya sebagai seorang wirausaha, eksekutif, dan pejabat negara.
Buku ini adalah terjemahan dari buku Watashi no Rirekisho karya Masayoshi Ohira, mantan Perdana Menteri Jepang, yang memuat kronologi perjalanan hidupnya dan pemikiran-pemikirannya. Buku ini memberikan wawasan menarik tentang kehidupan dan pandangan seorang pemimpin Jepang.
Buku ini adalah biografi perjuangan dan pemikiran Dr. Anwar Harjono, S.H. salah seorang tokoh yang sedikit banyak telah turut memberi warna bagi citra Masyumi dan GPII.
Buku ini disajikan untuk memotivasi generasi muda, khususnya prajurit ABRI, dengan mencontohkan pengabdian Jenderal TNI (Purn) LB. Moerdani yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk kejayaan dan persatuan bangsa, baik dalam masa perang maupun damai.
Buku ini adalah memoir yang berusaha mengungkapkan pengalaman, perasaan, dan pemikiran Prof. Dr. Midian Sirait.
Buku ini menguraikan sejarah tentang masa kecil Prof. Dr. Ismail Suny M.C.L, masa pendidikan sejak Sekolah Rakyat di Tapatuan-Aceh hingga masa dewasa, dimana Ismail Suny belajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta, dan juga berhasil meraih gelar master di Universitas McGill University, Kanada.
Buku ini, yang ditulis oleh Inu Kencana Syafiie isinya tidak hanya berupa keberhasilan dan perjuangannya, tetapi juga banyak sekali kegagalan dan bahkan riwayat ketika harus terkurung dalam penjara kemiskinan; mulai dari kelahiran hingga cita-cita menjelang ajal menjemput.