Buku ini merupakan kumpulan catatan dan pemikiran Bismar Siregar yang merefleksikan lalu lintas dan problematika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Buku ini berisi kisah masa kecil Abdul Haris Nasution hingga beberapa perannya sebagai pemimpin militer, negarawan, serta guru bagi bangsanya.
Buku ini merefleksikan perjalanan hidup keluarga Bisuk Siahaan dan kegiatan mereka selama masa hidupnya.
Buku ini berisi pertemuan Mang dengan Eri yang diceritakan oleh Mang tentang pengabdian dan kecintaan Eri kepada "Ibu Pertiwi". Buku ini juga tersedia dalam Bahasa Inggris.
Buku ini adalah biografi Djamaludin Malik, yang mengungkap perjuangan hidupnya sebagai pengusaha, politikus, dan pelopor industri film, serta konsep pemikirannya yang berpengaruh terhadap masyarakat dan lingkungan sosial-budaya yang dihadapinya.
Biografi ini mengisahkan peran Bisuk Siahaan dalam Proyek Asahan, mencakup pembangunan PLTA dan pabrik aluminium, serta perjuangannya melanjutkan proyek di tengah kendala pendanaan dan situasi politik pasca G-30-S/PKI.
Buku ini berisi kumpulan tulisan sebagai penghormatan dan refleksi atas pemikiran almarhum Ali Moertopo, yang digambarkan seperti bunga semerbak penuh gagasan.
Buku ini memaparkan kisah tentang perjalanan seorang prajurit pejuang yang meniti karir militernya dari pendidikan Akademi Militer Nasional (AMN) hingga menjadi Panglima ABRI.
Buku ini membahas tentang grup yang bernama Bagito dan menghadirkan pandangan beragam dari sejumlah tokoh, seperti Umar Kayam, Rano Karno, Sujiwo Tejo, dan lainnya. Mereka memberikan perspektif unik, membentuk mozaik berwarna dalam memahami sosok Bagito.
Buku ini menceritakan pengalaman Elizabeth Gray Vining sebagai satu-satunya orang asing yang diperbolehkan memasuki kehidupan kerajaan Jepang beberapa tahun setelah perang.