Buku ini mengungkap perjuangan kemerdekaan Papua Barat dan gerakan OPM melawan pendudukan Indonesia, serta dampaknya terhadap pengungsi dan respons militer Indonesia.
Buku ini menganalisis sejarah, peristiwa penting, dan pemikiran perwira militer Indonesia dari 1958 hingga 2000, dengan pendekatan kontekstual untuk memahami perkembangan militer.
Buku ini membahas pemikiran para perwira TNI lulusan Akabri 1973 tentang tantangan TNI di era Indonesia baru, mencermati perkembangan aktual dan merintis arah baru bagi institusi militer.
Buku ini membahas pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan, berdasarkan pengalaman dan visi penulis selama berkarier di Angkatan Udara, serta dilengkapi dengan analisis sederhana.
Buku ini membahas sejarah dan peran PETA dalam perjuangan Indonesia, serta hubungannya dengan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia melalui analisis sejarah dan dialog terbuka.
Buku ini membahas perkembangan kepemimpinan dalam ABRI, termasuk perannya dalam operasi tempur, logistik, pembinaan personel, dan dampaknya terhadap pemerintahan Indonesia.
Buku ini membahas perkembangan dan implementasi konsep dwifungsi ABRI, yang mencakup peran ABRI di bidang pertahanan-keamanan (hankam) serta kesejahteraan bangsa.
Buku ini membahas dwifungsi ABRI dengan menganalisis perkembangan dan penerapannya dalam empat fase utama: era revolusi fisik (1945-1949), demokrasi liberal (1950-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965), dan Orde Baru.
Buku ini membahas Long March Siliwangi (1948), peristiwa perpindahan pasukan TNI dari Jawa Tengah ke Jawa Barat yang menunjukkan ketangguhan dan semangat juang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Buku ini mengungkap keterlibatan CIA dalam Peristiwa PRRI/Permesta, yang dipicu oleh konflik internal Indonesia dan dinamika Perang Dingin. Berdasarkan dokumen rahasia dan wawancara, buku ini menjelaskan bagaimana AS mendukung pemberontak, memicu perang saudara, serta mengungkap peran tokoh-tokoh penting.