Buku ini membahas pentingnya objektivitas dalam penelitian sosial, berisi ceramah Myrdal tahun 1967, dan merangkum pandangan dasarnya sejak 1928 tentang mengembalikan ekonomi sebagai ilmu moral dan politik, bukan sekadar ilmu teknis.
buku ini berisikan mengenai permasalahan dalam manusia, berisikan mengenai kekuatan batin, faset-faset permasalahan manusia.
Buku ini adalah pengantar sosiologi berdasarkan kuliah-kuliah yang pernah diberikan penulis di beberapa lembaga pendidikan. Buku ini bertujuan memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat umum akan buku sosiologi berbahasa Indonesia yang ringkas, modern, dan relevan dengan kondisi sosial di Indonesia.
hasil penelitian ekonomi-antropologi tentang kemiskinan di Desa Srihardjo - Imogiri - Yogyakarta oleh D.H. Penny dan Masri Singarimbun pada tahun 1973 batal terbit di Indonesia karena masih dianggap "kurang pas" bagi suasana politik-budaya Indonesia. hasil laporan ini lalu terbit di Universitas Cornell Amerika Serikat.
Buku ini membahas keselarasan antara sains dan agama, khususnya dalam kajian biologi molekuler, genetika, dan kitab suci monoteistik. Buku ini menekankan bahwa Al-Qur'an bebas dari pertentangan dengan sains modern, membuktikan keotentikannya sebagai wahyu Ilahi.
Buku ini membahas perlunya menciptakan peradaban baru yang sesuai dengan perubahan zaman, karena sistem politik saat ini dianggap tertinggal dan tidak mampu mengimbangi perkembangan dunia. Buku ini mendorong pemberdayaan warga untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan yang lebih baik.
buku pertama yang membahas masalah gelandangan secara terbuka, jujur dan obyektif. merangkum penelitian dan telaah humanistik dari pada cendekiawan dan ilmuwan sosial dari berbagai disiplin: anthropologi, sosiologi, ekonomi, psikologi, pendidikan, bahkan sejarah dan agama.
buku ini membahas mengenai pemberdayaan manusia dalam perkembangan zaman, pendidikan sebagai sarana pemberdayaan, organisasi non-pemerintah, pemberdayaan kelompok miskin melalui program IDT, globalisasi, pemberdayaan dan demokratisasi.
Buku ini berisi hasil Sarasehan Masyarakat Mandailing tahun 1997, yang membahas pembangunan Mandailing-Natal dalam konteks otonomi daerah, industrialisasi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sejarah daerah. Buku ini juga menyoroti peran masyarakat perantau dan sektor swasta dalam mendukung kemajuan daerah.
Dalam bukunya yang berjudul Mengungkap Masalah Menatap Masa Depan penulis mencoba untuk menyusun sebuah alur sajian dimulai dari penggambaran antisipatif mengenai keadaan lingkungan dan kecenderungan perkembangannya di mana Rencana Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun II akan dilaksanakan.