Buku ini membahas tentang peran militer dalam politik, khususnya di Amerika Latin, dengan beberapa referensi ke Afrika dan Indonesia dengan fokus utama militerisme, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya terhadap pemerintahan dan masyarakat.
Buku ini membahas bagaimana pendudukan militer Israel di Tepi Barat dan Gaza mempengaruhi kebebasan akademik di institusi pendidikan tinggi Palestina, dengan analisis berdasarkan hukum internasional dan usulan resolusi melalui arbitrase internasional.
Buku ini membahas hukum dan praktik koroner di New South Wales, memberikan panduan bagi keluarga atau teman yang menghadapi proses pemeriksaan kematian oleh koroner.
Buku ini membahas taktik dan strategi peperangan klasik dan modern di Nusantara, yang disampaikan dalam Persidangan Antarabangsa Tamadun Melayu ke-II di Kuala Lumpur pada 16-20 Agustus 1989.
Buku ini membahas konsep, sejarah, tujuan, dan pengamanan kekaryaan ABRI, berdasarkan pengalaman pribadi penulis sebagai pimpinan ABRI, dengan tinjauan dari segi politik, mental, dan struktural.
Buku ini berisi ceramah Jenderal A.H. Nasution tentang peran ABRI dalam menegakkan demokrasi berdasarkan UUD 1945 serta bahaya komunisme, dengan fokus pada pemberontakan PKI dan pentingnya Orde Baru.
Buku ini membahas intervensi militer dalam politik, penyebab, metode, dan dampaknya, serta pola kekuasaan rezim militer di berbagai negara.
Buku ini membahas tantangan terhadap kepemimpinan Presiden Suharto dalam ABRI pada periode 1975-1982, terutama terkait peran militer dalam politik dan masyarakat.
Buku ini membahas posisi strategis Indonesia dalam hubungan internasional serta dampaknya terhadap kebijakan luar negeri dan pertahanan. Dengan sumber daya terbatas dan fokus utama pada keamanan internal, kemampuan militer Indonesia dalam menghadapi ancaman eksternal, terutama dari utara, tetap terbatas, terutama dalam aspek udara dan maritim.
Buku ini membahas transformasi tradisi militer Jepang sejak akhir abad ke-19, dari modernisasi hingga keterlibatan dalam Perang Dunia II. Melalui biografi tiga tokoh militer, Edwin P. Hoyt menyoroti kemenangan besar Jepang, benturan antara nilai samurai dan perang modern, serta dampak militerisme yang membawa Jepang ke totalitarianisme dan konflik berkepanjangan.