Buku ini melengkapi suatu latar belakang peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan, khususnya yang berhubungan dengan perjuangan untuk mencapai Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang anak sulung pejuang Republik yang tumbuh di masa sulit perjuangan kemerdekaan Indonesia, merantau ke Melbourne, Australia, dan berkontribusi pada negerinya selama masa pemerintahan Soekarno. Buku ini menggambarkan pencarian identitas diri dan cinta dalam konteks perjuangan dan masyarakat kosmopolitan.
Buku ini adalah catatan pengalaman Syed Husin yang ditahan hampir enam tahun di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).
Buku ini menyajikan hasil wawancara otentik dengan Kang Ayip, yang mengungkap pandangannya tentang Gus Dur, tema-tema keislaman, dan masa depan Islam di Indonesia, disertai harapan-harapannya untuk umat.
Buku ini memotret 40 tahun perjalanan karier Karni Ilyas sebagai wartawan.
Buku ini adalah sebuah catatan kecil dari sebuah perjalanan lumayan panjang yang dilalui oleh Nazaruddin Nasution.
Buku ini memuat pemikiran hukum dan konstitusi yang rigid dan dan disajikan dalam nuansa bahasa sastra, juga memuat karya sastra dalam bentuk puisi.
Buku ini mencoba merekam ulang pergulatan seorang putra desa, mulai dari kisah masa kecil dan remajanya sampai pada dinamika kekinian dalam posisinya sebagai pengawas dan penyeleksi 'wakil tuhan'.
Buku ini menceritakan tentang carut-marutnya penegakan hukum di negeri Indonesia.
Buku ini berisi momentum ketika Alzier berumur 50 tahun pada 8 November 2007. Sebab, pada usia yang ke-50, Alzier sudah mengalami banyak hal, menorehkan sejarah yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi siapa saja.