Buku ini membahas konsep demokrasi, mempertanyakan realitasnya, dan mengeksplorasi perspektif berbagai pemikir mengenai demokrasi di Indonesia.
Buku ini membahas lahirnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Indonesia, yang diprakarsai oleh Adnan Buyung Nasution untuk membantu masyarakat miskin dalam menghadapi masalah hukum. LBH awalnya mendapat dukungan pemerintah, tetapi kemudian dihentikan karena sikapnya yang semakin kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait isu tanah dan tenaga kerja.
Buku ini bertujuan menggugah kesadaran para pemimpin untuk merefleksikan dan memperbarui komitmen mereka terhadap nasionalisme dan demokrasi, demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Buku ini membahas perjuangan menegakkan demokrasi di Indonesia melalui kumpulan tulisan dan wawancara yang pernah dimuat di berbagai media.
Buku ini menggambarkan perjuangan melawan ketidakadilan dan pentingnya kebebasan berpendapat, sambil menegaskan bahwa kebenaran dan keadilan akan selalu menemukan jalannya.
Buku ini membahas Pancasila dan Demokrasi Terpimpin berdasarkan pidato, ceramah, dan pernyataan Bung Karno, dengan harapan sistem politik ini terus disempurnakan sesuai kepribadian bangsa Indonesia.
Buku ini membahas bagaimana demokratisasi dapat berjalan efektif dengan menyoroti peran masyarakat sipil dan modal sosial dalam inklusi politik dan politisasi. Kajian teoritisnya didasarkan pada studi kasus konkret di Indonesia, Kerala (India), dan Filipina.
Buku ini membahas perkembangan hukum dan konstitusi di Indonesia serta pentingnya prinsip demokrasi dalam membangun negara yang lebih baik.
Buku ini berisi pidato pelantikan Dr. Moh Tolchah Mansoer sebagai Rektor Universitas Hasyim Asy'ary yang membahas demokrasi dalam perspektif konstitusi di Indonesia.
Buku ini berisi pidato Adam Malik yang membahas demokrasi di Indonesia dan kebijakan global.