Buku ini merupakan interpretasi mendalam dari Harold J. Laski mengenai sistem demokrasi di Amerika Serikat, berdasarkan pengalamannya mengajar dan tinggal di AS. Laski membahas dinamika politik, institusi demokrasi, dan karakter bangsa Amerika, dengan tujuan menjelaskan kepada pembaca Eropa, khususnya Inggris, mengapa Amerika memunculkan cinta dan kekaguman yang kuat.
Buku ini membahas kekuatan dan kerentanan Amerika Serikat di akhir abad ke-20, menyoroti patriotisme, materialisme, serta dilema antara kepemimpinan global dan keterpisahan dari dunia. Bruce Grant mengkaji masyarakat, sejarah, budaya, dan politik Amerika dengan pendekatan kritis namun simpatik.
Buku ini mempertanyakan versi resmi serangan 9/11, menganalisis bukti dan inkonsistensi dalam pernyataan pemerintah AS, serta menyerukan investigasi lebih mendalam.
Buku ini membahas peristiwa di Timor Portugis menjelang integrasi ke Indonesia, dengan fakta dan data otentik untuk menanggapi opini internasional serta kritik dari Fretilin dan Pemerintah Portugal.
Buku ini membahas studi perbandingan sistem politik berbagai negara, dengan pendekatan fungsional untuk memahami masalah dan proses politik. Buku ini juga mencakup analisis teoritis tentang perkembangan politik, komunikasi politik, sosialisasi politik, ekonomi politik, serta perbandingan kelompok kepentingan dan partai politik.
Buku ini membahas dinamika dan perubahan di Timor Timur dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan tujuan memberikan perspektif yang lebih realistis dan pemahaman mendalam bagi masyarakat Timor Timur serta bangsa Indonesia secara umum.
Politik atau setidaknya kesadaran akan yang-politik tidak serta merta bisa muncul dan teraktualisasi dalam masyarakat sekalipun masyarakat itu telah memiliki format, struktur, maupun nilai demokrasi.
Buku ini membahas pandangan Maurice Duverger tentang hubungan antara sosiologi politik dan ilmu politik, serta perdebatan mengenai apakah ilmu politik hanyalah bagian dari sosiologi atau disiplin yang berdiri sendiri.
Buku ini membahas perubahan sosial dan politik di Tapanuli akibat kolonialisme Belanda, terutama pada periode 1915-1940. Buku ini menunjukkan bagaimana penjajahan yang relatif singkat tetap membawa perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat Batak.
Buku ini membahas proses peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto hingga Habibie, mencakup dinamika politik, transisi pemerintahan, dan perubahan kebijakan di Indonesia.