Buku ini menceritakan kiprah Silalahi, lebih dikenal dengan panggilan akrab "Pak Tebe (TB)", ketika ia sudah menjdi seorang perwira menengah TNI-AD, jalur kariernya terus melejit hingga akhirnya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dalam Kabinet Pembangunan VI di era Presiden Soeharto.
Buku ini menjawab apa yang sesungguhnya menjadi sumber kekuatan Sudirman dalam perang grilya dan kekecewaan Sang Jenderal terhadap pimpinan sipil.
Buku ini menggambarkan sejarah dari perkembangan tentang perjuangan kemerdekaan, tentang perkembangan pendidikan, tentang perjuangan kehidupan pribadi dari dua generasi yang berbeda namun, kesemuanya dengan satu tujuan yaitu untuk mencapai kemajuan.
Buku ini berisi sajak dan renungan Hamid Alhadad, seorang pensiunan diplomat yang mengandung banyak dakwah.
Buku ini adalah biografi Kahar Tjandra yang kedua. Dibandingkan buku yang pertama, buku kedua ini lebih menampilkan sisi-sisi kemanusiaan Kahar Tjandra yang begitu sarat makna, penuh suka dan duka, serta tak kenal putus asa meski jatuh bangun mengembangkan usaha.
Buku ini adalah cerminan bahwa kejujuran, ketekunan, disiplin tinggi, kejelian melihat peluang usaha, dan berkah dari yang Mahakuasa-telah mengantarkan Kahar Tjandra sampai menjadi pengusaha yang cukup berhasil.