Buku ini adalah otobiografi Jan Poncke Princen yang diceritakan secara lisan kepada Joyce van Fenema. Lahir di Den Haag pada 21 November 1925, Poncke Princen dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia dan pembela keadilan bagi yang lemah dan tak berdaya, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. Komitmennya terhadap perjuangan ini membuatnya harus menghadapi penjara berkali-kali.
Buku ini mengangkat peristiwa-peristiwa penting pada Maklumat Presiden 28 Mei 2001. termasuk sikap dan tindakan Mantan Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan Maklumat Presiden maupun dalam menerima pencopotan dirinya sebagai menteri.
Buku ini adalah otobiografi Sitor Situmorang, mengungkap perjalanan hidupnya sebagai penyair dengan filosofi eksistensialisme dan pengembaraan batin.
Buku ini membahas pentingnya gerakan massa yang dipimpin partai revolusioner untuk meraih kemerdekaan, serta mengkritik pemberontakan PKI.
Buku ini mengulas kepemimpinan Sutiyoso, menyoroti ketegasan dan keberaniannya dalam berbagai peran, baik sebagai Gubernur, militer, maupun dalam bidang lainnya.
Buku ini mengisahkan perjuangan Sjafruddin Prawiranegara, menekankan hubungan antara iman dan perjuangannya, serta peran beliau dalam kehidupan bernegara yang belum banyak terungkap.
Buku ini mengisahkan integritas Jaksa Agung Soeprapto dalam menegakkan hukum, termasuk mengadili korupsi dan melawan penyimpangan, hingga akhirnya disingkirkan karena dianggap tidak nasionalis.
Buku ini melanjutkan kisah perjuangan Tan Malaka, berisi riwayat hidup, filsafat, dan pembelaannya terhadap Proklamasi RI. Ditulis di penjara, buku ini menggambarkan pandangan politiknya yang menentang diplomasi dengan Belanda dan Inggris.
Buku ini melanjutkan kisah perjuangan Tan Malaka melawan imperialisme global, dari pengasingan oleh Belanda hingga kepemimpinannya dalam perjuangan anti-imperialisme di Asia Timur.
Buku ini mengungkap gagasan, konflik batin, dan perjuangan Tan Malaka, termasuk visinya tentang Indonesia merdeka dan sosialis, serta benturannya dengan tokoh politik lain seperti Ir. Soekarno.