Buku ini berisi kumpulan tulisan sebagai penghormatan dan refleksi atas pemikiran almarhum Ali Moertopo, yang digambarkan seperti bunga semerbak penuh gagasan.
Buku ini memaparkan kisah tentang perjalanan seorang prajurit pejuang yang meniti karir militernya dari pendidikan Akademi Militer Nasional (AMN) hingga menjadi Panglima ABRI.
Buku ini membahas tentang grup yang bernama Bagito dan menghadirkan pandangan beragam dari sejumlah tokoh, seperti Umar Kayam, Rano Karno, Sujiwo Tejo, dan lainnya. Mereka memberikan perspektif unik, membentuk mozaik berwarna dalam memahami sosok Bagito.
Buku ini menceritakan pengalaman Elizabeth Gray Vining sebagai satu-satunya orang asing yang diperbolehkan memasuki kehidupan kerajaan Jepang beberapa tahun setelah perang.
Buku ini adalah memoar Des Alwi, seorang sejarawan dan diplomat Indonesia, yang memberikan perspektif mendalam tentang masa kolonial di Kepulauan Banda, perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan hubungan pribadinya dengan tokoh-tokoh sejarah, seperti Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta.
Buku ini adalah autobiografi Dalai Lama yang mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecilnya di Tibet, perannya sebagai pemimpin spiritual dan politik, hingga pelariannya ke pengasingan di India setelah invasi Tiongkok. Buku ini menggambarkan perjuangannya untuk perdamaian, kebebasan Tibet, dan ajaran Buddhisme kepada dunia.
Buku ini merupakan memoir atau catatan peristiwa masa lampau dari seorang Albert Hasibuan.
Buku ini merupakan rekaman jejak langkah Jakob Oetama selama 80 tahun, menyajikan pemikiran, tulisan, dan pengalaman hidupnya, berdasarkan arsip, arahan, dan interaksi dengan penyusun selama lebih dari tiga dekade di Kompas.
Buku ini mendeskripsikan Agum Gumelar sejak kelahirannya di Tasikmalaya hingga sikap politik dan interest-nya untuk. menjaga keutuhan bangsa.
Buku ini menyoroti perjuangan Djohan Effendi dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Indonesia dengan pendekatan yang toleran dan harmonis, serta komitmennya untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang lebih baik, baik di tingkat intra maupun antaragama.