Buku ini membahas pemikiran Edward Said tentang Freud dan kaitannya dengan Zionisme serta identitas orang bukan-Eropa. Buku ini juga mengeksplorasi bagaimana gagasan Freud dapat diterapkan dalam memahami konflik budaya dan politik, khususnya terkait Palestina.
Buku ini berisi pengalaman korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang dihimpun oleh saksi mata dan penderita. Buku ini juga mengajak untuk mencegah perang dan menekankan bahwa perdamaian harus dimulai dalam benak manusia, sesuai dengan pesan UNESCO tentang pentingnya perdamaian global.
Buku ini menceritakan kisah Jenderal Iwaichi Fujiwara mengenai perannya dalam operasi intelijen Jepang selama Perang Dunia II, termasuk mendirikan Tentara Nasional India.
Buku ini membahas ambisi militer Jepang di Perang Pasifik, strategi Hideki Tojo, perpecahan internal, kekalahan Jepang, dan dampak bom atom.
Buku ini membahas pembantaian Nanking 1937 oleh tentara Jepang dengan menewaskan 300.000 orang, serta upaya penyelamatan dan penutupan sejarahnya.
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Ahmad Syafii Maarif, yang dimulai dari kampung kecil Sumpur Kudus. Sejak kecil, ia menghadapi kesulitan besar, termasuk kehilangan ibunya saat berusia 18 bulan. Cerita ini menggambarkan tantangan dan perjuangannya dalam hidup.
Buku ini membeberkan konsep-konsep orisinal Bob Sadino tentang dunia entrepreneurship, Roda Bos Sadino, Lingkaran Bob Sadino, revolusi pendidikan, sandaran-sandaran wiraswasta, seni bisnis, dan sebuah diskusi tentang kepemimpinan nasional ideal di mata seorang wiraswasta sejati.
Buku ini mengungkap peran Evatt dalam berbagai peristiwa penting, termasuk upaya Pemerintah Menzies untuk melarang Partai Komunis, kasus diplomat Perancis Mme Ollier, Komisi Kerajaan Petrov mengenai spionase, dan perpecahan dalam Partai Buruh Australia.
Buku ini mengungkap peran HM. Darmizal, yang kini dikenal sebagai pengurus DPP Partai Demokrat. Namun pada Pilpres tahun 2004 lalu adalah sebagai Relawan SBY-JK dan tercatat pendiri Ormas ini.
Buku ini berbicara tentang doktor ilmu politik pertama di Indonesia ini dengan bahasa dan bacaan orang lain, tokoh lain, atas pemikiran dan perjalanan hidup pribadi dan sosial Deliar Noer.