Buku ini adalah versi buku dari edisi khusus majalah Prisma No. 8 tahun 1977, yang membahas tokoh-tokoh sejarah Indonesia secara kritis dan mendalam. Buku ini diterbitkan karena sambutan luar biasa dari masyarakat—baik generasi tua maupun muda—yang merindukan pemimpin berwatak dan refleksi masa lalu. Tidak dimaksudkan untuk memitoskan tokoh, buku ini justru membongkar tabir nilai-nilai di b…
Buku ini membahas peran penting para pemuda di Gedung Menteng 31 (sekarang Gedung Joang 45) dalam mendukung Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Buku ini menyoroti tempat tersebut sebagai pusat pendidikan politik pemuda yang melahirkan tokoh-tokoh penting bangsa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Buku ini membahas sejarah awal Indonesia dan Semenanjung Malaysia, termasuk pulau-pulau di Asia Tenggara, mulai dari masa prasejarah hingga menjelang masuknya Islam. Penulis menyoroti pengaruh Cina dan India, serta peran perdagangan dan sistem pemerintahan awal dalam membentuk masyarakat saat itu. Buku ini ditulis dengan gaya yang informatif namun mudah dipahami, sehingga cocok bagi pembaca umu…
Buku ini membahas tentang Islam Nusantara sebagai bentuk Islam yang khas dan berbeda dari Islam di Timur Tengah. Prof. Slamet Muljana menyoroti bahwa Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, merupakan hasil percampuran budaya (Islam hibrida), bukan murni Arab. Ia juga mengkritik dominasi narasi Arab-sentris dan penghapusan unsur Tionghoa dalam sejarah Islam di Indonesia, terutama akibat politik k…
Buku ini membahas secara mendalam asal-usul dan dinamika organisasi Budi Utomo sebagai tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia. Ditulis oleh Akira Nagazumi, buku ini menyoroti bagaimana para siswa STOVIA mengembangkan gagasan budi menjadi semangat kebangsaan yang lebih luas, bukan sekadar gerakan etnis. Melalui kajian sejarah yang teliti, buku ini juga menunjukkan bahwa sejarah kebangkitan …
Buku ini membahas berbagai peperangan antar kerajaan di Nusantara, lengkap dengan intrik politik, perebutan kekuasaan, dan sebab-sebab terjadinya konflik. Ditulis berdasarkan sumber primer, buku ini mengajak pembaca belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu, khususnya dalam hal etika politik dan kekuasaan.
Buku ini membahas peran dan gerakan mahasiswa Bandung pada masa Orde Lama, khususnya antara tahun 1960-an hingga terbitnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966. Fokus utama buku adalah bagaimana mahasiswa merespons situasi politik saat itu, termasuk penolakan terhadap rezim Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis), aksi-aksi demonstrasi, pembentukan organisasi mahasiswa seperti KAMI, dan keter…
Buku ini mengangkat keterlibatan kaum minoritas Kristen dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia—sebuah sisi sejarah yang jarang disorot. Melalui tokoh-tokoh seperti Kasimo, Soegijapranata, Goenoeng Moelia, Ratu Langie, dan Amir Sjarifoeddin, buku ini menyoroti kontribusi penting mereka yang sering terlupakan karena dominasi narasi mayoritas. Buku ini menjadi upaya merekonstruksi sejarah dengan…
Buku ini mengangkat kembali peran kontroversial Sultan Hamid II dalam sejarah Indonesia periode 1945–1950, yang jarang dibahas dalam narasi sejarah resmi. Melalui pendekatan visual, silsilah, dan rekam jejak tokoh, buku ini mencoba mengungkap sisi lain Sultan Hamid II, termasuk jasanya dalam perancangan lambang negara dan peran diplomatiknya, sambil merespons tudingan pengkhianatan yang kerap…
Buku ini membahas secara singkat tetapi mendalam tentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) pada 24 Desember 1946 pasca Konferensi Denpasar, serta kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budayanya hingga pembubarannya pada 16 Agustus 1950. Selama lebih dari tiga tahun, NIT menjalankan pemerintahan parlementer demokratis dan aktif menjalin kerja sama dengan Republik Indonesia melalui kebij…