Buku ini membahas Revolusi Indonesia (1945-1950) sebagai peristiwa sentral dalam sejarah modern Indonesia, dengan fokus pada perjuangan militer dan diplomasi dalam mencapai kemerdekaan.
Buku ini membahas perdebatan antara Edmund Burke dan Thomas Paine tentang Revolusi Prancis, dengan fokus pada nilai tradisi versus hak-hak alami manusia.
Buku ini membahas revolusi sosial dan politik di Indonesia pasca-Proklamasi, termasuk perlawanan terhadap Sekutu, konflik internal, dan kebangkitan kembali Republik.
Buku ini membahas revolusi sosial di Sumatra Utara pasca-1945, yang menggulingkan para sultan Melayu dan Aceh, serta membandingkannya dengan evolusi monarki di Malaysia.
Buku ini membahas perkembangan sosial, ekonomi, dan politik Meksiko pasca-1940, dengan fokus pada perubahan yang terjadi dalam dekade terakhir sebelum 1960, serta hubungannya dengan Amerika Serikat dan dunia internasional.
Buku ini membahas dugaan keterlibatan kelompok internasional dalam berbagai revolusi dunia melalui intrik politik dan manipulasi keuangan untuk menguasai kekayaan dan sumber daya negara.
Buku ini mengumpulkan esai-esai yang membahas ketidakadilan dalam kehidupan Amerika saat ini, memberikan perspektif baru tentang tradisi politik dan hukum, serta membela hak untuk melakukan protes politik.
Buku ini membahas perubahan budaya yang dialami oleh rakyat Aljazair selama Revolusi, di mana mereka mengubah pola budaya lama mereka atau kembali mengadopsi bentuk-bentuk budaya kuno yang dulu dihina oleh penjajah, sebagai upaya untuk melawan penindasan.
Buku ini membahas tentang kudeta 25/26 Februari 1958 di Gorontalo, yang merupakan bagian dari perjuangan rakyat Gorontalo untuk mempertahankan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan memperjuangkan Revolusi Nasional.
Buku ini membahas komitmen total Régis Debray terhadap revolusi di Amerika Latin, melalui serangkaian kunjungan dari 1961 hingga 1967 untuk menyaksikan gerakan revolusioner di berbagai negara.