Buku ini membahas krisis identitas yang dialami komunitas Tionghoa Peranakan di Indonesia melalui biografi tujuh tokohnya. Leo Suryadinata menelusuri bagaimana masing-masing tokoh mencari dan membentuk identitas mereka sebagai individu dan sebagai bagian dari kelompok minoritas dalam konteks nasionalisme Indonesia dan warisan kolonial.
Buku ini membahas dinamika politik Golkar pasca-Orde Baru, termasuk hubungannya dengan birokrasi, militer, dan budaya politik di Indonesia. Penulis meninjau sejarah dan perkembangan Golkar serta menggambarkan persaingan internal antara berbagai faksi dalam partai.