Buku ini membahas pemberontakan Dar'ul Islam di Jawa Barat (1948-1962) dan menguji teori perilaku politik petani. Penulis meneliti motif para pemberontak dan menemukan bahwa pemberontakan tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi atau ideologi, tetapi juga oleh hubungan otoritas tradisional dalam masyarakat desa.
Buku ini membahas struktur kekuasaan dan pola komunikasi di Indonesia, dengan fokus pada konsep "bureaucratic polity"—sistem politik di mana kekuasaan terpusat pada elit birokrasi, sementara masyarakat umum memiliki sedikit pengaruh. Berbagai aspek seperti peran militer, birokrasi, partai politik, media massa, dan arah ekonomi dianalisis oleh para ahli dengan pengalaman langsung di Indonesia.