Buku ini adalah memoar Rahardi Ramelan selama 69 hari ditahan di LP Cipinang. Ia merekam pengalaman hidup di balik jeruji besi, berbaur dengan berbagai narapidana, sambil merefleksikan realitas keadilan, kemanusiaan, dan makna hidup. Ditulis dengan gaya bertutur, buku ini menegaskan bahwa semua manusia, termasuk para napi, tetap memiliki sisi kemanusiaan.
Buku ini membahas serangan mendadak yang dilakukan oleh pasukan Baret Merah Belanda pada 19 Desember 1948, yang bertujuan merebut landasan terbang Magoewo dan menangkap Presiden Soekarno di Yogyakarta. Serangan ini mengarah pada pertikaian antara pemimpin sipil dan militer Republik Indonesia, dengan pimpinan militer yang ingin melancarkan perang gerilya, sementara pemimpin sipil berusaha melalu…
Buku ini menceritakan perjalanan menyeluruh Ahmad Arnold Baramuli, jernih motivasinya, serta latar belakang tingkah lakunya.